NTTKreatif.com, Maumere – Para pedagang yang selama ini berjualan di area eks Pasar Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, mulai membongkar lapak dagangan mereka, Rabu, 7 Januari 2026 tadi.
Pembongkaran dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Geliting.
Sebelumnya, pihak desa melalui Kecamatan Kewapante bersama unsur keamanan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar segera mengosongkan area tersebut.
Pengosongan lapak dilakukan karena lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan kantor koperasi.
Sejak peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih, para pedagang telah diimbau untuk mengosongkan area sejauh 50 meter dari titik pembangunan.
Namun, sebagian pedagang baru melakukan pembongkaran lapak pada hari ini.
Kepala Desa Geliting, Markarius Oskar, menjelaskan bahwa lapak-lapak tersebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Daerah sehingga perlu dikosongkan demi kelancaran pembangunan.
“Ini merupakan tindak lanjut dari rencana pembangunan agar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tidak terganggu. Para pedagang sebenarnya sudah diberi waktu sejak sebelum Natal untuk membongkar lapak, namun baru hari ini dilakukan,” ujar Markarius.
Meski demikian, proses penertiban berlangsung secara humanis dan tanpa paksaan. Pemerintah desa juga telah menyiapkan solusi bagi para pedagang yang terdampak.
Salah satu perwakilan pedagang menyatakan menerima keputusan tersebut dan siap untuk berpindah lokasi berjualan ke Pasar Wairkoja.
“Kalau sekarang pihak kelurahan membutuhkan lahannya, ya kita siap pindah. Dari awal jualan di sini juga sifatnya sementara,” ungkapnya.
Markarius menegaskan, pihak desa akan mengupayakan agar para pedagang dapat kembali berjualan di Pasar Wairkoja yang telah tersedia sebagai lokasi alternatif.
Pantauan media di lokasi menunjukkan sekitar 10 lapak pedagang dibongkar karena berada tepat di depan area pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih Desa Geliting.
Pembangunan koperasi ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa serta memperkuat sektor usaha berbasis kerakyatan di wilayah tersebut.***
|
