Dalam acara pelepasan yang berlangsung penuh semangat, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur hadir memberikan dukungan moral. Pemerintah daerah juga memastikan seluruh kebutuhan tim – mulai dari transportasi, akomodasi, hingga logistik teknis – telah disiapkan secara maksimal.

“Fokus kalian hanya satu: bermain dengan hati dan membawa nama baik Flores Timur. Jangan pikirkan drama di belakang. Tunjukkan bahwa kalian layak berada di panggung nasional,” ujar Yitno membakar semangat para pemain.

">

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan Perseftim di pentas nasional bukan sekadar partisipasi, tetapi bukti nyata kapasitas dan perjuangan.

“Kita tidak mematok target, syukur-syukur tembus 38 besar. Pada intinya keberangkatan Tim ke Jogja ini merupakan suatu Apresiasi dari Pemda kepada anak-anak Perseftim,” sebut Yitno.

Keputusan Pemda Flotim dan KONI untuk mengambil alih Perseftim secara penuh memang menuai berbagai respons. Namun satu hal yang pasti: sepak bola tidak boleh jadi korban dari ego kekuasaan. Masyarakat kini menanti, apakah tim yang lahir di tengah badai ini mampu membuktikan kualitasnya di tanah Yogyakarta.*(Ell).

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625