NTTKreatif, WAIKABUBAK – Pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat periode 2025-2030, Yohanis Dade dan Thimotius Tede Ragga targetkan tuntaskan program prioritas utama dalam 100 hari kerja ke depan.
Untuk pertama kalinya sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, pada tanggal 20 Februari 2025 lalu di Istana Negara, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten Sekretaris Daerah (Asisten I dan II) memimpin rapat koordinasi bersama jajaran pemerintahan kabupaten Sumba Barat.
Rapat koordinasi ini menandai dimulainya era kepemimpinan baru di Kabupaten Sumba Barat. Selain itu, rapat koordinasi ini juga membahas program kerja jangka pendek, khususnya 100 hari pertama kepemimpinan, yang bertujuan untuk menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Rapat yang digelar di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu (5/3/2025) pagi itu dihadiri oleh seluruh kepala OPD lingkup pemerintah kabupaten Sumba Barat, para Camat, Kepala sekolah tingkat TK, SD/MI, SMP/MTS, para Lurah, dan Kepala Desa se-kabupaten Sumba Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Dade menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan program-program prioritas yang telah disusun yang dipadukan dengan program pemerintah pusat.
“Hari ini kita memulai langkah kongkret untuk mewujudkan program kerja yang kita padukan dengan program pemerintah pusat, salah satunya adalah tentang ketahanan pangan nasional. Dalam 100 kerja ini menjadi momentum awal untuk menunjukkan kinerja nyata,” ujar Bupati Jhon Dade.
Terkait dengan rencana kerja 100 hari pertama itu, Wakil Bupati Thimo Ragga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dengan mengedepankan budaya kerja kolaborasi dan saling mendukung sebagai bentuk kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.
“Program yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat tentu kami teruskan dan akan dipadukan dengan program prioritas kami. Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh stakeholder internal dan eksternal pemkab Sumba Barat serta seluruh lapisan masyarakat dalam memimpin roda pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Thimo Ragga, program ini mencakup enam bidang prioritas, termasuk pembangunan ekonomi berbasis pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tingkat desa hingga kabupaten diminta bekerja sama mewujudkan target tersebut.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan ekonomi berbasis pariwisata, mewujudkan kota berseri melalui kerja bakti, swasembada pangan, operasi pasar murah, penertiban pedagang kaki lima, pendidikan dan kesehatan.
Menurut Bupati Yohanis, pariwisata tidak hanya tentang destinasi wisata indah, tetapi juga mencakup suasana masyarakat dan dukungan infrastruktur yang mumpuni. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Selain itu, pemerintah juga menggencarkan program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui gerakan menanam cabai, tomat, dan tanaman lainnya. Penyediaan bibit bagi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Di bidang kesehatan, integrasi layanan primer melalui Posyandu Plus menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas. Bupati Yohanis mengingatkan tenaga kesehatan agar tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Upaya pemberantasan wabah penyakit DBD dan Malaria juga menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati. Pemerintah meminta puskesmas melalui pos layanan kesehatan, melakukan pemeriksaan malaria di sekolah-sekolah, pembagian kelambu, serta penebaran larvasida di desa-desa. Fokus utama program ini adalah wilayah Lamboya dan Lamboya Barat yang memiliki kasus malaria cukup tinggi.
Di sektor pendidikan, gerakan membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi numerasi di sekolah dasar. Bupati juga mendorong kepala sekolah dan guru agar mendokumentasikan kegiatan belajar siswa di rumah sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Sumba Barat.
Terakhir, pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada perbaikan infrastruktur. Pembersihan badan jalan dari sedimen dan rumput liar untuk segerah dilakukan. Selain itu, disiplin ASN dan tenaga kontrak diminta untuk terus ditingkatkan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Selain itu, kegiatan penertiban pedagang di pasar lama wailiang masuk dalam daftar program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati. Mereka akan fokus pada penertiban PKL di pasar lama dan mengarahkan untuk pindah berjualan di pasar Weekarou yang sudah disiapkan pemerintah.***
|



