NTTKreatif, Tambolaka – Pemerintan Kabupaten Sumba Barat Daya komitmen prioritaskan pendidikan demi menghasilkan generasi hebat.

Komitmen ini tidak terlepas dari berbagai upaya Pemerintah dalam melakukan pembenahan di dunia pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

">

Upaya-upaya tersebut telah ditunjukan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla melalui kerja-kerja nyata.

“Kita bergandengan tangan, membangun Sumba Barat Daya, khususnya di dunia pendidikan,” kata Bupati Ratu dalam apel bersama seluruh tenaga guru, Jumat(04/07/2025).

Menurutnya, selama 5 tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka mempunyai visi, terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya hebat yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam upaya mencapai visi tersebut, disebutnya bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama, melalui misi meningkatkan akses dan mutu pendidikan.

Visi tersebut dinilainya bukan hanya slogan tetapi amanah yang harus diwujudkan secara konkret melalui program kebijakan, dan pelayanan publik yang profesional.

“Kita tahu bersama, data lama belajar di Kabupaten Sumba Barat Daya hanya 6,3 tahun, artinya anak-anak SBD hanya tamat SD, maksimal SMP. Pendidikan menjadi prioritas yang kami perjuangkan, kami ingin melihat bagaimana Sumba Barat Daya mampu menghasilkan generasi hebat,” katanya lagi.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pada tahun 2045, Indonesia akan berhadapan dengan bonus demografi.

Melihat situasi Sumba Barat Daya bahwa usia produktif lebih banyak lansia dibandingkan anak-anak kondisi ini kalau tidak dipersiapkan, SDM akan menjadi persoalan bagi bangsa, khsusunya daerah ini.

Namun, ketika usia produktif lebih banyak jumlahnya, namun tidak mempunyai pengetahua dan skil, hal ini juga akan menjadi beban.

“Sehingga dimulai dari sekarang saya berkomitmen mengajak kita semua untuk berpikir bagaimana meningkatkan SDM yang berkualitas,” pintahnya.

Dirinya pun mengingatkan para guru apabila menemui kendala dalam pelaksanaan tugas agar berkoordinasi secara berjenjang melalui Kepala Sekolah maupun Dinas terkait.

Ia juga meminta supaya guru-guru dspat menjadi contoh serta suri teladan bagi masyarakat.

Sedangkan, khsusus untuk operator sekolah ia berharap supaya bekerja dengan jujur, transparan dan bertanggung jawab dalam menjaga validitas Data Pokok Pendidikan (dapodik) sekolah.

Apalagi, kata Bupati Ratu, saat ini dapodik sudah digunakan sebagai acuan utama dalam sejumlah kebijakan pendidikan baik itu tata kelola pembiayaan pendidikan, revitalisasi sarana dan prasarana, maupun manajemen guru dan tenaga kependidikan.

“Perlu kami ingatkan bahwa Bapak Ibu adalah embun penyejuk untuk dimana pun Bapak Ibu berada, maka hindarilah segala perilaku yang berujung pada konflik yang tidak produktif.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625