NTTKreatif, TAMBOLAKA – Kasus dugaan penyelewengan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik Siswa/i dan Alumni SMAN 1 Wewewa Selatan, Desa Tena, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), masih menjadi tanda tanya bagi publik.
Pasalnya, kasus dugaan yang melibatkan MDN, Oknum Guru SMAN 1 Wewewa Selatan itu belum memiliki titik terang hingga kini.
sebelumnya, Kepala SMAN 1 Wewewa Selatan Petrus Gono Ate, kepada NTTKreatif.com menyebut, siswa/i yang berhasil aktivasi rekening adalah siswa/i yang masih berada dibangku pendidikam SMAN 1 Wesel.
Petrus menyebut meskipun siswa/i yang sudah tamat namun namanya terdaftar sebagai penerima beasiswa, siswa tersebut akan dipanggil atau diinfirmasikan ke pihak keluarga.
“Jadi siswa/i yang berhasil aktivasi rekening ini siswa masih aktif semua, yang sudah berhasil melakukan proses pencairan itu baru 40 siswa, itu siswa aktif semua. Jadi kalau pun terdapat nama siswa yang sudah tamat tetapi namanya terdaftar sebagai penerima beasiswa, pasti akan diinformasikan ke pihak keluarga karena haknya mereka,” ungkapnya kepada NTTKreatif.com Via Telepon WhatsApp pada Sabtu, 21 Desember 2024 lalu.
Namun Faktanya kini berbeda, Oknum MDN Guru SMAN 1 Wesel memalsukan tanda tangan demi melancarkan proses pencairan beasiswa milik alumni.
Hal ini, diungkapkan oleh TST, salah satu siswi kelas XII. Ia menyebut dirinya diminta oleh Oknum MDN mewakili salah satu siswa yang suda tamat dari SMAN 1 Wesel.
Menurutnya, TST membantu membubuhi tanda tangan saat melakukan proses pencairan beasiswa di BANK WeeTebula.
“Kami diminta ibu Meri, kami punya guru wali kelas sendiri, ibu bilang karena kamu saya punya anak wali makanya saya minta kamu. Ada 900 waktu percairan di BANK,” ungkapnya saat dihubungi NTTKreatif.com.
Bahkan TST mengaku mengenal siswa yang sudah tamat itu.
“Rosalian Intan Lende, kalau saya tidak salah ingat. Itu nama lengkapnya siswa yang ibu minta tolong disaya untuk cairkan beasiswanya. Saya tidak tahu itu anak dari mana yang saya ingat tempat lahirnya itu kayaknya Wee Mangora kalau tidak salah, soalnya saya suda lupa. Itu anak yang sudah tamat,” ungkapnya.***
|
