Akibat dari kondisi tersebut dapat menyebabkan wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi terjadi Hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam sepekan kedepan.
“Potensi dalam 48-72 jam kedepan sistem gangguan tropis tersebut bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Potensi gangguan tropis menjadi siklon tropis dalam 2472 jam ke depan adalah Rendah. Dari potensi Tropical Cyclone Genesis menunjukkan kecepatan angin maksimum diprediksi dapat terjadi pada tanggal 9-10 Desember 2024 dengan kecepatan mencapai 25 knot (46 km/jam) di selatan NTT,” tambah mereka.
Atas kondisi tersebut, masyarakat menurut BMKG harus mewaspadai adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di hampir seluruh wilayah Kota dan Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Bulan November hingga April merupakan musim siklon tropis di belahan bumi selatan sehingga kewaspadaan potensi siklon tropis hingga April perlu terus dilakukan. Masyarakat dihimbau agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir. Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat bahkan ekstrim yang terjadi dalam durasi yang panjang,” tulis mereka lagi.
Sementara khususnya di wilayah terdampak erupsi, BMKG meminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan disekitar gunung berapi Lewotobi Laki- Laki di wilayah Flores Timur.***
|
