NTTKreatif, LARANTUKA – Erupsi dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki sejak Minggu 3 November 2024 lalu memaksa ribuan warga Kabupaten Flores Timur meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka demi keselamatan.
Kendati sudah banyak yang mengungsi, namun masih ada sejumlah warga yang masih enggan meninggalkan rumah mereka yang sudah dipenuhi abu vulkanik dan material batu dari kawah Gunung Lewotobi.
Tidak mengherankan jika kemudian, Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima, bersama Kapolres Flores Timur, I Nyoman Putra Sandita, turun langsung membantu evakuasi warga, termasuk lansia dan anak-anak di sejumlah titik.
Salah satunya di Desa Watu Buku, Kecamatan Wulanggitang, salah satu desa yang paling terdampak abu dan material vulkanik.
Datang dengan misi menyelamatkan warga yang terjebak dan kesulitan dievakuasi akibat usia lanjut dan keterbatasan fisik kedua pejabat teras di lingkungan Polri itu pun langsung turun tangan menyelamatkan warga.
Di antara warga yang dievakuasi, terdapat seorang lansia bernama Donatus Dohe Aran, pria berusia 81 tahun yang sudah tidak mampu berjalan jauh.
Saat rombongan tiba di pos pengungsian, Kombes Pol. Deonijiu melihat Donatus di dalam kendaraan dan tanpa ragu langsung memanggulnya dari kendaraan menuju tenda pengungsian.
Tindakan penuh empati ini membuat haru warga yang menyaksikannya langsung, memperlihatkan kepedulian petugas yang luar biasa.
Selain Donatus, keluarga lain yang dievakuasi adalah Alosius Fiso (53 tahun) bersama kedua putrinya, Florenica Bare (14 tahun) dan Natalia Pao (17 tahun), yang terpaksa meninggalkan rumah mereka yang tertutup abu vulkanik.
Wajah-wajah mereka mencerminkan kelelahan setelah perjalanan panjang menuju tempat aman.
Sesampainya di tenda pengungsian, Kombes Pol. Deonijiu memastikan keluarga Donatus dan semua pengungsi lainnya mendapatkan perlindungan yang aman dan nyaman.
“Semoga kehadiran kami di sini dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi Bapak Donatus serta seluruh keluarga,” ungkap Kombes Pol. Deonijiu, sambil menenangkan sang lansia.
Aksi heroik ini menjadi simbol kuat dari kasih sayang dan kepedulian petugas di tengah bencana, memberikan harapan dan semangat bagi warga terdampak untuk tetap kuat menghadapi cobaan ini.***
|

Tinggalkan Balasan