NTTKreatif.com, Larantuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 resmi menetapkan Yoseph Sani Betan, S.T., sebagai Ketua Umum PBVSI Kabupaten Flores Timur masa bakti 2026–2030.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Flores Timur, Jalan Basuki Rahmat, Puken Tobi Wangi Bao, Kecamatan Larantuka, Sabtu (23/5/2026), itu berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga 15.30 WITA dalam suasana aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan insan olahraga bola voli di Flores Timur.

">

Musyawarah tersebut dihadiri Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina, Ketua Umum PBVSI NTT Winston Neil Rondo, Ketua KONI Flores Timur Laurensius Yitno Wada, Staf Ahli Bupati Flores Timur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Mohammad Ikhram, Wakil Sekretaris II PBVSI NTT Elvis Sabat, serta para pengurus PBVSI, pelatih, wasit, atlet, ketua klub dan guru olahraga se-Kabupaten Flores Timur.

Sejak pagi, suasana Aula Setda Flores Timur tampak dipenuhi para peserta Muskab yang datang dari berbagai kecamatan di Flores Timur. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mars PBVSI sebelum dilanjutkan dengan laporan panitia pelaksana dan sambutan para pejabat yang hadir.

Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Neil Rondo, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musyawarah Kabupaten merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang harus dijalankan secara demokratis, terbuka dan bermartabat.

Menurut dia, keberhasilan organisasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi ketua umum, tetapi juga ditentukan oleh soliditas seluruh pengurus, klub dan insan olahraga dalam menjalankan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Musyawarah Kabupaten ini adalah forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten. Karena itu, seluruh prosesnya harus dijalankan secara demokratis, terbuka dan bermartabat demi kemajuan organisasi,” ujar Winston.

Ia juga mengingatkan bahwa PBVSI tidak boleh dijalankan berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan harus berorientasi pada kemajuan bersama dan prestasi olahraga.

“Organisasi harus dijalankan secara sehat dan profesional. Kepengurusan yang baru nantinya harus hadir di tengah atlet dan klub, aktif melakukan pembinaan, mencari sponsor dan memperjuangkan fasilitas olahraga yang lebih baik,” katanya.

Winston menambahkan, bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat diminati masyarakat Nusa Tenggara Timur, termasuk di Flores Timur. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa bersaing hingga level nasional bahkan internasional.

“Kita ingin olahraga bola voli di NTT berkembang lebih maju dan mampu melahirkan atlet yang bisa membawa nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Itu hanya bisa tercapai kalau semua unsur organisasi bersatu dan bekerja bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Flores Timur Laurensius Yitno Wada mengatakan pelaksanaan Muskab PBVSI menjadi momentum penting untuk membangun organisasi bola voli yang lebih baik dan lebih profesional ke depan.

Menurut dia, pembinaan atlet harus dilakukan secara serius dan berkesinambungan melalui kompetisi lokal yang rutin serta dukungan organisasi yang kuat hingga ke tingkat klub.

“Pelaksanaan Muskab ini bukan hanya agenda organisasi semata, tetapi menjadi momentum untuk menata kembali pembinaan olahraga bola voli di Flores Timur agar semakin maju dan berprestasi,” kata Laurensius.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625