NTTKreatif.com, TAMBOLAKA– Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (Pemkab SBD) terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik dan memutar roda ekonomi lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian pelayaran perdana KMP Cakalang yang melayani rute penyeberangan Waikelo – Sape, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kehadiran kembali armada ini diharapkan menjadi angin segar bagi mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas antar-pulau.
Kepala Syahbandar Waikelo, Tonny E. Bokty, menegaskan bahwa dibukanya kembali rute pelayaran KMP Cakalang ini semata-mata untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan penyeberangan. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.
“Keselamatan adalah di atas segala-galanya,” ujar Tonny.
Senada dengan hal tersebut, General Manager ASDP Indonesia Ferry Sape, Suryanto Purnomo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh pengguna jasa. Ia menilai rute ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
“Penyeberangan ini merupakan langkah strategis dalam mobilisasi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Suryanto.
Bupati SBD, Ratu Wulla Talu, yang hadir langsung meresmikan pelayaran perdana ini, mengakui bahwa peristiwa ini adalah langkah nyata dalam mengimplementasikan arah baru pembangunan daerah. Menurutnya, beroperasinya kembali KMP Cakalang akan memberikan peningkatan ekonomi lokal.
“Penyeberangan kembali kapal Cakalang ini akan mendongkrak berbagai lini, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi lokal, hingga dunia bisnis,” ungkap Bupati Ratu.
Bupati Ratu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam menyukseskan pengoperasian kembali KMP Cakalang.
“Atas nama seluruh jajaran pemerintah, saya mengucapkan selamat jalan dan selamat berlayar. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari sekalian di atas kapal hari ini adalah saksi sejarah dimulainya kembali babak baru konektivitas Sumba Barat Daya,” tegasnya.
Demi menjaga keberlangsungan kelancaran operasional, Bupati Ratu memberikan instruksi tegas kepada otoritas pelabuhan, instansi vertikal, serta dinas terkait untuk terus mengawal aktivitas penyeberangan ini secara ketat. Mengingat, KMP Cakalang yang dua kali dalam seminggu jalur ini bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat.
“Saya menginstruksikan kepada otoritas pelabuhan, instansi vertikal, dan dinas terkait untuk mengawal ketat operasional pelabuhan ini agar berjalan tertib, aman, dan bebas dari pungutan liar,” tutur Bupati Ratu.
Dengan manajemen yang bersih dan pengawasan yang ketat, pelayaran KMP Cakalang rute Waikelo-Sape diharapkan dapat terus berjalan konsisten demi kesejahteraan masyarakat Sumba Barat Daya dan sekitarnya.***
|

