Hingga akhirnya salah satu Yayasan kemudian memberikan bantuan kursi buat umat di Stasi tersebut.

“Sejak gereja ini dibangun, memang kami menggunakan kursi dari balok kayu dan bambu bulat. Sehingga ketika yayasan Ronita kasi turun waktu itu dan melihat kondisi gereja, akhirnya kursi ini langsung diberikan. Ini bantuan dari yayasan Ronita kasih,” ungkap Pembina Umat, Urbanus Umbu Rasa kepada nttkreatif.com, Selasa 30 Juli 2024 tadi.

Tidak hanya kursi, Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto juga mendapatkan uluran tangan dari Toko Monica Weetabula beberapa bulan lalu berupa semen.

">

“Untuk mengatasi kekurangan ini kami dari pihak Gereja saat ini sedang menjalankan proposal. Dan syukur, bulan lalu dari toko Monica Weetabula memberikan bantuan berupa 20 sak semen dan 50 lonjor besi. Kaki sangat berterima atas bantuan itu,” katanya lagi.

Kendati demikian, diakuinya hingga saat ini pihaknya dan seluruh umat masih sangat membutuhkan bantuan dari pihak lainnya untuk merampungkan pembangunan gedung Gereja tersebut.

“Saat ini kami seluruh umat Stasi memang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Saat ini fondasi sudah siap ini juga inisiatif dari seluruh umat. Mulai dari batu gunung, pasir semen ini inisiatif dari seluruh umat dan banyak pihak lain juga yang turun membantu,” tutupnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625