NTTKreatif, SIKKA– Gunung Lewotobi kembali erupsi, Minggu 3 November 2024 lalu.

Akibat erupsi tersebut, puluhan rumah warga rusak, begitupun bangunan sekolah hingga asrama.

">

Selain kerugian materiil, bencana erupsi ini juga menelan 10 korban jiwa.

Kondisi tersebut pun membuat warga beramai-ramai mengungsi ke sejumlah titik termasuk di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka.

Hal ini terungkap dari postingan di laman Facebook, Diskominfo Sikka dari data BPBD Kabupaten Sikka sebagaimana dikutip NTTKreatif.com.

Dalam postingan tersebut disebutkan kalau para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi rata-rata mengungsi di Kecamatan Talibura dan Kecamatan Kewapante dengan jumlah yang bervariatif.

Dimana untuk Posko Pengungsi SD Katolik Hikong, Desa Hikong, Kecamatan Talibura Jumlah Pengungsi mencapai 177 KK (595 Jiwa) dengan rincian Dewasa, 468 jiwa, Lansia, 73 Jiwa, Anak-Anak, 48 Jiwa,Ibu Hamil, 6 jiwa.

Sementara di Posko Pengungsi di Aula Paroki gereja kringa, Desa kringa Kec. Talibura, Jumlah Pengungsi mencapai 195 KK ( 610 jiwa) dengan rincian Dewasa 529 jiwa, Lansia, 41 Jiwa, Anak-Anak, 33 Jiwa, Ibu Hamil, 5 jiwa, Disabilitas, 2 jiwa.

Sedang untuk Jumlah Pengungsi Biara di St. Gabriel di Desa. Namangkewa Kec. Kewapante, Kab. Sikka, Jumlah Pengungsi Biara 75 Jiwa terdiri dari Suster, 15 Jiwa, Calon suster, 15 Jiwa, Karwayan karyawati, 10 Jiwa, Anak asrama, 35 Jiwa.

Kendati jumlah pengungsi di wilayah itu mencapai 1.280 jiwa namun pihaknya menyebut angka tersebut bisa naik mengingat para pengungsi terus berdatangan apalagi data tersebut dibuat di tanggal 4 November 2024 malam.

“Untuk Bantuan yang mulai berdatangan dari relawan masyarakat Kab. Sikka dan Pemerintah setempat sudah tiba di lokasi Pengungsian antara lain seperti Indomi, Telur, Air Minum, Masker, obat-obatan dan juga alas tidur. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625