​”Di satu tempat yang bukan dibangun oleh manusia. Di tempat padang rumput savana yang indah ini, berbukit-bukit, di sekitarnya ada Gunung Lakaan yang indah, udara yang sejuk ini bukan buatan manusia, tapi anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Tito terpukau.

Kehadiran delegasi dari Timor-Leste dan Australia dalam acara ini turut memperkuat hubungan lintas negara melalui jalur seni dan budaya. Tito berharap festival ini mampu memberikan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung.

">

Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyatakan rasa bangganya atas kesuksesan acara yang berhasil menyedot perhatian ribuan wisatawan ini. Menurutnya, pementasan Tarian Likurai Kolosal di tengah savana berhasil membawa warisan leluhur Pulau Timor ke mata dunia.

“NTT bukan hanya tentang alam yang indah, tetapi juga tentang budaya yang hidup, masyarakat yang ramah, dan tradisi yang mampu menghubungkan dunia,” kata Gubernur.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga menjadi ruang strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Berbagai produk UMKM Belu, seperti kain tenun, kerajinan tangan, dan kuliner khas, mendapatkan panggung untuk dikenal lebih luas.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan tamu mancanegara, antara lain Muhammad Tito Karnavian (Mendagri RI) beserta Ibu Tri Tito Karnavian, Bima Arya Sugiarto (Wamendagri RI) beserta istri, Perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Wali Kota Darwin, Australia, Delegasi Timor-Leste, serta unsur Forkopimda.***