Padahal, budaya lokal bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga aset bangsa yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan historis.

Melestarikan budaya lokal bukan berarti menolak budaya asing. Justru, kita bisa belajar banyak dari budaya lain sambil tetap menjaga jati diri kita. Kunci utamanya adalah keseimbangan. Kita harus bisa bersikap terbuka terhadap hal baru, namun tetap bangga dan aktif melestarikan budaya sendiri. Pemerintah memiliki peran penting dalam hal ini.

">

Kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal perlu diperkuat, misalnya melalui pendidikan budaya di sekolah, dukungan terhadap komunitas seni lokal, hingga promosi pariwisata berbasis budaya. Selain itu, media massa dan media sosial juga dapat menjadi alat efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak luas, terutama generasi muda.

Namun, tanggung jawab ini tidak hanya berada di tangan pemerintah dan masyarakat, melainkan menjadi tugas kita sebagai para pelajar muda, juga harus turut andil. Perlulah Mengajarkan kepada anak-anak bahasa daerah, mengenalkan mereka pada cerita rakyat, mengajak mereka menonton pertunjukan seni tradisional, atau bahkan hanya sekadar menggunakan produk lokal adalah bentuk nyata pelestarian budaya.

Kita perlu ingat bahwa budaya adalah identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa. Jangan sampai kita kehilangan budaya sendiri karena terlalu sibuk mengagumi budaya luar. Sudah saatnya kita bangga menjadi bagian dari bangsa yang kaya akan budaya dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

Melestarikan nilai budaya sangat penting karena dapat menjaga identitas bangsa, mempertahankan nilai-nilai luhur, dan memberikan inspirasi untuk generasi mendatang. Budaya juga merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas suatu bangsa, serta dapat menjadi daya tarik pariwisata dan sumber pendapatan. Nilai luhur budaya perlu dijunjung dan dilestarikan di tengah-tengah arus globalisasi karena nilai budaya menjadi cerminan identitas yang dari sebuah bangsa. Oleh karena itu, sebagai pihak pertama kita para pemuda generasi penerus bangsa mesti mengambil bagian dalam partisipasi pelestarian nilai budaya lokal.***

 

Penulis adalah mahasiswa Ilmu Filsafat, Universitas Widya Mandira Katolik.

 

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625