Oleh: Gerardu Taena

 

">

Keberagaman budaya di lndonesia merupakan salah satu aset penting dan menjadi kekuatan utama Negara.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat keragaman budaya yang sangat tinggi, ini terdiri dari banyak kelompok etnis dan ratusan bahasa lokal, dengan berbagai tradisi, kebiasaan, seni, dan kepercayaan.

Keragaman budaya menunjukkan identitas multi-dimensi Indonesia sebagai suatu bangsa, dan sangat berakar pada sejarah panjangnya. Semua etnis dan budaya memiliki warisan yang memperkaya karakter bangsa dan membuat Indonesia unik di mata dunia.

Inilah sebabnya saya bangga menjadi bagian dari negara multikultural. Terlepas dari kemakmuran, keanekaragaman juga dapat menetapkan tantangan seperti konflik horizontal, diskriminasi, dan kesenjangan antar wilayah.

Oleh karena itu, diperlukan adanya pengakuan untuk mempertahankan harmoni sosial, dan pendidikan multikultural dan peran aktif pemimpin pemerintah dan masyarakat.

Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Perihal ini mencakup berbagai elemen seperti sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, karya seni, dan teknologi. Budaya membentuk identitas kelompok dan memberikan makna pada kehidupan sosial.

Globalisasi adalah fenomena yang tidak bisa dihindari. Teknologi yang terus berkembang dan kemudahan akses informasi membuat batas antarnegara semakin kabur. Budaya asing dengan cepat masuk ke dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Musik, makanan, gaya hidup, bahkan bahasa asing kini menjadi bagian dari keseharian kita. Meskipun globalisasi membawa banyak manfaat, seperti kemajuan teknologi dan pertukaran ilmu pengetahuan, ada satu hal yang sering terlupakan yakni keberadaan dan kelestarian budaya local yang hampir pudar.

Budaya lokal adalah identitas suatu bangsa. la mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan cara hidup masyarakat sejak zaman dahulu. Sayangnya, dalam arus globalisasi, budaya lokal kerap dipinggirkan dan dianggap kuno. Contohnya, tarian tradisional yang dulunya menjadi bagian penting dari upacara adat, kini jarang dikenal atau dipelajari oleh anak muda.

Banyak generasi muda yang lebih hafal lirik lagu-lagu yang bergenre Pop dibandingkan lagu daerah mereka sendiri. Bahasa daerah pun semakin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, bahkan di daerah asalnya.

Fenomena ini tentu memprihatinkan. Jika dibiarkan, kita akan kehilangan akar budaya kita sendiri. Ketika generasi muda tidak lagi mengenal atau mencintai budayanya, maka budaya tersebut akan perlahan punah.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625