Dalam arahannya Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias menyebut kalau sumber daya manusia dalam hal ini guru-guru di SMK (guru produktif) harus di dorong untuk menambah wawasan dan keilmuan.

Kegiatan uji kompetensi bagi guru oleh pihak lainnya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi keahlian guru.

">

“Kepala SMK harus memiliki kemampuan lebih untuk membangun jejaring (networking) dengan mitra dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) agar program link and match yang menjadi program kementrian dapat terwujud,” pesannya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lewoleba Kristina Dudeng di kesempatan itu mengungkapkan harapannya agar Pendampingan dari Universitas Politeknik Pertanian Negeri Kupang bisa memberikan dampak buat mereka di masa depan.

Hal ini penting untuk menciptkan para siswa yang selalu siap menghadapi dunia kerja.

“Kami bapak ibu guru bisa belajar banyak dari Perguruan Tinggi. Dengan demikian maka kami siap berkolaborasi, siap belajar untuk bisa membenahi SMK Pusak keunggulan SMK Negeri 1 Lewoleba lewat pembelajaran, teaching Factory, produk yang akan menjadi branding SMK Negeri 1 Lewoleba. Semoga apa yang menjadi harapan, impian Lembata mandiri telur dengan program mother, Lembata mandiri pangan bisa terjawab lewat terlaksananya SMK Pusat keunggulan di SMK Negeri 1 Lewoleba,” pungkasnya penuh harap. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625