NTTKreatif, LARANTUKA– Perhelatan Pilkada di Kabupaten Flores Timur menghadirkan kejutan tersendiri.
Pasalnya, diluar dugaan banyak orang pasangan calon Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen dan calon Wakil Bupati, Ignas Boli Uran atau Paket ADDIBU keluar sebagai pemenangnya.
Hal tersebut seiring dengan rampungnya perhitungan formulir C1 KWK dan C Hasil di internal tim ADDIBU Center usai pemilihan tanggal 27 November 2024 malam lalu.
Paket yang diusung Partai NasDem tersebut menang dengan selisih suara bersih 4.363 dari pesaing terdekatnya Lazkar Ribu Ratu.
Padahal di awal banyak yang pesimis dengan keberadaan Paket ADDIBU tersebut.
Selain karena diusung hanya satu partai di kontestasi politik lima tahunan tersebut, kedua calon tersebut tidak memiliki finansial politik yang mumpuni seperti kandidat lainnya.
Maklum dalam politik, salah satu tolok ukur seseorang bisa menang adalah memiliki amunisi finansial selain kekuatan partai.
Realitas politik tersebut pun sudah berlangsung lama dan membuat banyak masyarakat melihat figur dari berapa banyak uang yang ia miliki.
Hal itu pun terjadi pada kedua pasangan itu. Bahkan dalam setiap kampanyenya kedua figur baik Anton Doni Dihen dan Ignas Uran tidak terlalu terlihat di permukaan, bahkan hampir jarang dibicarakan oleh publik banyak.
Semua seolah melihat pasangan calon ini sebelah mata. Apalagi kalau melihat lika liku perjalanan keduanya saat kampanye yang disebut makan seadanya, tidur apa adanya, naik pick up, berkendara dengan sepeda motor bersama tim yang tidak terlalu gemuk.
Namun jalan sunyi dengan keremehtemehan itulah membuat mereka bersinar diantara realitas politik kekinian yang cenderung jumawa pada kelemahan diri sebagai manusia akan uang.
Tidak heran jika kemudian, kekurangan itu membuat keduanya rutin untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin bukan karena uang dalam setiap kampanye dengan bahasa-bahasa kelamaholotan yang mengena seperti Tite Lamaholot Bukan Weli Doi tapi Weli Koda.
Tidak hanya itu, keduanya juga membuka fakta menarik tentang politik Flores Timur yang mulai lupa kalau Flores Timur punya pemimpin yang terpilih tanpa uang dalam diri Simon Hayon.
Bagi keduanya Simon Hayon jadi rol model figur pemimpin Lamaholot yang mampu keluar dari patron kebiasaan politik uang.
Menarik Relawan Bekerja Tulus
Hebatnya, selain mencerdaskan masyarakat dengan pesan-pesan kelamaholotan, keduanya juga berhasil menarik dan mengumpulkan relawan dari seluruh penjuru wilayah dalam beberapa perkumpulan dengan nama yang berbeda-beda.
Mulai dari Relawan Persada Flotim, Relawan ADDIBU Flotim, Relawan Nusa Solor, Relawan ADD, Relawan ADDIBU Pai Tala Pia, Barisan Sukarelawan ADDIBU, Lompatan Jauh Flores Timur dan sejumlah relawan lainnya.
Perbedaan entitas nyatanya tidak membuat mereka jadi renggang malah terlihat solid hingga akhir.
Bahkan saling mengisi satu dengan lainnya, berpadu bersama dengan kerja-kerja politik partai NasDem.
Menariknya, kerja kolaboratif tersebut berjalan tanpa suara, senyap dan diam. Semua tenggelam dalam kerja dengan tujuan yang sama memenangkan Anton Doni Dihen dan Ignas Uran.
Hasilnya pun terasa kini dengan kemenangan yang terasa manis usai melewati jalan terjal tanpa suara.
Apalagi kemenangan ini menciptakan sejumlah catatan menarik tidak hanya memutus mata rantai masifnya politik uang dan menggantinya dengan politik gagasan, juga membuat sejarah kalau Adonara juga adalah bagian dari Flores Timur dengan menempatkan salah satu putra terbaiknya jadi Bupati.
Kendati begitu, harus diakui kalau cerita manis itu baru dimulai. Masih banyak cerita lain yang akan mengikutinya termasuk sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan keduanya.
Penanganan warga terdampak, Penataan kota Larantuka, Peningkatan Ekonomi masyarakat
Penanganan Sampah dan Lingkungan Hidup hingga penataan birokrasi adalah catatan kecil dari sejumlah pekerjaan yang mestinya dituntaskan lima tahun ke depannya. ***
|

Tinggalkan Balasan