NTTKreatif, NAYPYIDAW – Korban meninggal akibat gempa di Myanmar terus bertambah. Hingga Rabu 2 April 2025, tercatat sudah ada 2.886 korban meninggal dengan 4.600 orang lainnya luka-luka.

Angka tersebut belum termasuk dengan 300 warga yang hingga sekarang dinyatakan hilang dan belum ditemukan oleh tim pencari.

">

Myanmar sendiri dilanda gempa pada Jumat, 28 Maret 2025 lalu dengan kekuatan 7,7 magnitudo dan hingga kini sudah total 54 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.

Gempa ini pun jadi salah satu gempa terbesar yang mengguncang negara Asia Tenggara tersebut.

Bencana alam ini melumpuhkan bandara, jembatan, dan jalan raya di tengah-tengah perang saudara yang telah menghancurkan perekonomian dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Pemodelan prediktif Badan Geologi Amerika Serikat (AS) memperkirakan jumlah korban tewas di Myanmar bisa melebihi 10.000 orang dan kerugiannya bisa melebihi hasil ekonomi tahunan negara tersebut.

Selain di Myanmar, negara tetangga, Thailand yang terkena dampak gempa pun mengalami kerugian sejumlah gedung roboh dan menghancurkan sebuah gedung pencakar langit yang sedang dalam pembangunan di ibu kota Bangkok.

Akibat gempa itu, Pemerintah Indonesia pimpinan Presiden Prabowo Subianto pun berencana untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar, Kamis (3/4/2025) besok. Ini merupakan respons dari permintaan yang disampaikan oleh Pemerintah Myanmar pasca gempa besar tersebut.

“Jadi mulai dari tanggal 31 sudah ada tim yang kami kirimkan, dan bantuan resmi kita akan kirimkan besok. Ini sedang kita proses persiapannya,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625