Hasil dari residensi mereka akan
dipresentasikan dalam program pertunjukan sebagai bentuk pengarsipan dan produksi pengetahuan buat Tim Publikasi Maumerelogia.

Sementara itu, Direktur Maumerelogia 5, Eka Putra Nggalu menambahkan Festival Maumerelogia 5 ini dikerjakan dengan semangat kolaborasi antarwarga di mana warga bisa berbincang tentang isu, modal dan potensi yang ada pada warga.

">

Festival Maumerelogia kata dia ingin ditumbuhkan dengan semangat dialog kritis antar warga di ruang hidupnya sendiri.

Dimana orang-orang lanjutnya bisa bicara tentang perampasan tanah, penggusuran pemukiman, pemusnahan terhadap hak-hak masyarakat adat, krisis iklim, serta perempuan dan minoritas serta gender yang bisa bicara soal hak mereka di ruang aman.

“Kami ingin melihat perubahan apa yang terjadi di Maumere dan dunia hari ini,” kata Eka Putra Nggalu.

Hal senada pun disampaikan oleh Kurator Forum Gagasan, Carlin Karmadina yang menyebut kalau Festival Maumerelogia: kultur, kota, kita pada prinsipnya hendak membaca Maumere sebagai ruang pascakolonial dengan tegangan-tegangan antara tradisi dan modernitas.

Baginya, Maumere tidak sepenuhnya kampung, tidak juga sepenuhnya kota.

“Tidak rural, tapi juga tidak urban sepenuhnya,” ungkap Carlin.

Dengan tegangan-tegangan ini ungkapnya gaung modernitas yang dirayakan di Maumere sebenarnya merupakan suatu kondisi yang tercipta dari model baru kolonialisme yang berkiblat ke barat (Eurosentrisme).

Dan Festival Maumerelogia 5 baginya adalah suatu pernyataan ‘jalan pulang’ untuk melihat seluruh konteks kultur, kota, kita hari ini.

“Festival Maumerelogia 5 semacam jalan pulang, pulang kampung, mendengarkan lagi suara dan nyanyian Ibu. Maumerelogia 5 adalah sebuah upaya dekonstruksi sejarah kolonialisme di Maumere. Upaya ini tentu tidak mudah, penuh ‘jalan berlubang’. Lagu Jalan Berlubang karya musisi Papache menjadi inspirasi dari catatan kuratorial Maumerelogia 5 yang berjudul: jalan-jalan berlubang; dan nada-nada yang (pernah) tumbuh dari mulut Ibu,” ungkapnya lebih lanjut. **

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625