Dalam rapat koordinasi itu, turut hadir perwakilan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang memiliki keterkaitan dengan sektor kebandarudaraan nasional. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola bandara membutuhkan sinergi lintas sektor.

Di hadapan para peserta rapat, Ossy juga mengingatkan pentingnya penataan ruang yang dibarengi dengan pengendalian pemanfaatannya sejak tahap awal pembangunan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

">

“Ke depan, pengendalian perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, perizinan, hingga pengawasan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan nasional melalui penyempurnaan regulasi sekaligus mempererat kolaborasi antarkementerian dan lembaga.

Menurut AHY, keberhasilan pengelolaan sektor kebandarudaraan tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan berpartisipasi aktif dalam membangun ekosistem yang lebih modern, profesional, dan terintegrasi.

“Mari kita kawal bersama pengelolaan ekosistem kebandarudaraan secara profesional, modern, dan inklusif guna menghadirkan berbagai manfaat, terutama bagi sektor ekonomi, pariwisata, industri kreatif, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AHY.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, di antaranya Direktur Perencanaan Tata Ruang Nuki Harniati, Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal Suwito, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin.****