NTTKreatif, LARANTUKA – Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur belum menunjukkan tanda-tanda penurunan aktivitas.

Terbaru, gunung yang terletak di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura itu kembali alami erupsi, Selasa 19 November 2024 petang tadi.

">

Hal ini sesuai dengan laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki yang diterima NTTKreatif.com, malam tadi.

Dalam laporan tersebut disebutkan kalau Gunung Lewotobi mengalami erupsi pukul 17:16 WITA tadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 m di atas puncak atau kurang lebih 3.584 m di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini kurang 5 menit 53 detik,” tulis laporan tersebut.

Tidak hanya erupsi, suara gemuruh pun disebut terdengar kuat dan terdengar di Pos PGA Lewotobi Laki-laki.

Untuk itu, KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta sektoral 8 km pada arah Barat Daya – Barat Laut.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi selain masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk selalu memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” tulis mereka lagi.

Tidak hanya itu, Pemerintah Daerah diminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung selain Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang diharuskan untuk berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.

“Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606,” tutup laporan tersebut. ***