NTTKreatif.com, Tambolaka – Kebutuhan akan dokter di Kabupaten Sumba Barat Daya memang masih tinggi. Terlebih bagi dokter dengan spesifikasi spesialis.

">

Kondisi ini tampak dari jumlah dokter yang ada di wilayah tersebut yang masih jauh dari harapan padahal kebutuhan akan dokter untuk menangani masalah kesehatan masyarakat terbilang cukup tinggi.

Hal ini pun mendorong Pemkab SBD dibawah kepemimpinan Bupati, Ratu Wulla Talu dan Wakil Bupati, Dominikus A Rangga Kaka untuk mulai membuka akses kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia guna menyekolahkan sejumlah anak SBD untuk menjadi dokter dengan tanggungan beasiswa dari Pemkab SBD.

Seperti di tahun 2025 kemarin dimana Pemkab SBD memberikan beasiswa kedokteran bagi 23 mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi dengan masing-masing mahasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp16 juta.

Selain menyekolahkan anak SBD menjadi dokter, kerjasama lain yang dibangun adalah dengan menghadirkan para dokter untuk melayani masyarakat di RSUD Redambolo seperti yang dilakukan baru-baru ini.

Dimana Pemkab SBD melalui Bupati, Ratu Wulla Talu akhirnya menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan rumah sakit Umum Daerah Moewardi Surakarta, Jawa Tengah secara daring pada Selasa, 30 Desember 2025 lalu.

Dalam keterangannya, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Talu mengatakan penandatanganan MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan rumah Sakit Moewardi tentang penyelenggaraan pendidikan kedokteran, penelitian dan pengabdian masyarakat dan keterbatasan dokter residen Bidang patologi klinik, penyakit dalam, paru, Obgyn, Bedah dan Neuro/saraf.

“Kerjasama ini untuk memastikan kebutuhan dokter kita terpenuhi karena kebutuhan akan dokter di daerah kita cukup tinggi sehingga kami lakukan kerjasama dengan Universitas-Universitas yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Terlebih lagi, ia mengatakan dalam waktu dekat ini, pemerintah Sumba Barat Daya akan meresmikan beroperasinya pembangunan gedung rumah sakit Redabolo bantuan Presiden Prabowo.

“Setiap bulan, ada 6 dokter dari rumah sakit Moewardi akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Redabolo. Pemerintah akan terus melengkapi fasilitas RSUD Redabolo untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sumba Barat Daya. Dan menargetkan RSUD Redabolo sebagai rumah sakit rujukan,” ungkapnya di kesempatan tersebut. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625