WAIKABUBAK, NTTKreatif.com – Belum lama ini, hal naas menimpa salah satu Warga asal Lembata, Emiliana Yohanes di Kalibu Kei, Desa Lingu Lango, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, pada Jumat, 24 Januari 2025 pagi kenarin.

Dirinya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar. Tepatnya 400 meter dari kediaman korban itu sendiri.

">

Sebelumnya, Emiliana Yohanes dikabarkan menghilang sejak pukul 19:00 WITA, Kamis malam.

Ferdius Umbu Kenda, perwakilan keluarga korban menyebut detail kronologis meninggalnya sang kekasih dari Barnabas Bora Gudhi.

Ferdius Umbu Kenda, Kades Lingu Lango mengatakan Emiliana Yohanes awalnya berpamitan kepada suaminya untuk menuju ke rumah salah satu keluarga sang suami di dusun 4, Molina sekitar pukul 17:00 WITA dengan tujuan menagih hutang.

Namun hingga pada pukul 17:00 WITA, Emialana Yohanes belum juga kunjung kembali ke rumahnya.

Hal itu, membuat sang suami menjadi panik hingga akhirnya mencoba mencari keberdaan Emiliana Yohanes.

“Suaminya masih sempat telpon keluarganya di kampung itu lalu singgah ke keluarga lainnya dan disampaikan kalau Emiliana Yohanes sempat singgah makan di situ sebelum kemudian kembali menuju ke rumahnya,” katanya.

Akhirnya, sang suami bersama keluarga lainnya berusaha mencari keberadaan sang korban, hingga hari Jumat dini hari. Hasilnya pun nihil sebutnya.

Kemudian pada pukul 05:30 WITA katanya, pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan.

Hasilnya di jalan menuju TKP, sang suami menemukan gumpalan darah dan rantai mainan yang sering dipakai korban.

“Sehingga mereka kemudian masuk ke kebun yang tidak digarap dan menemukan pakaian korban dan korban di tempat terpisah,” ungkapnya.

Usai menemukan korban, pihak keluarga pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib ungkap kades itu.

Namun, soal adanya kemungkinan Emiliana Yohanes dibunuh, dirinya enggan menjawabnya.

Sebutnya bahwa keluarga telah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polres Sumba Barat.

“Soal Emialiana dibunuh atau diperkosa itu bukan ranah kami. Kami keluarga tidak bisa menjawabnya. Kami serahkan semuanya ke Polres,” katanya.

Dikutib nttkreatif.com dari tribratanewssumbabarat.com, Kasus ini telah dilaporkan dan tertuang dalam Laporan Polisi dengan Nomor: LP/B/3/1/2025/SPKT/POLSEK LOLI/POLRES SUMBA BARAT/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.

Hingga kini, pihak kepolisian terus melakukan upaya untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis ini.

Unit identifikasi Sat Reskrim Polres Sumba Barat bersama Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak, telah melakukan identifikasi dan visum terhadap jenazah korban tersebut.

Hasilnya, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Emiliana Yohanes.

Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual atau indikasi adanya pemerkosaan terhadap korban.

Temuan ini akan menjadi dasar bagi penyidik untuk mengembangkan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H., telah memerintahkan jajaran Sat Reskrim bersama Polsek Loli untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Dirinya meminta agar proses pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi dilakukan secara menyeluruh guna mengidentifikasi pelaku dan motif pembunuhan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke pihak berwenang.

Proses penyelidikan di lapangan terus dilakukan untuk menemukan petunjuk baru.

Dalam kasus ini, penyidik fokus pada pengumpulan bukti fisik di lokasi kejadian hingga menggali keterangan dari keluarga, tetangga, dan saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum peristiwa itu terjadi.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Sumba Barat. Sebutnya, Pihak kepolisian berharap masyarakat tidak berspekulasi dengan menyebarkan informasi hoax yang membuat situati menjadi tidak kondusif.

Bahkan sebutnya, Polres Sumba Barat akan terus memberikan Update terkait perkembangan kasus tersebut melalui laman resmi Tribrataneswssumbabarat.com.

Dirinya berharap, dengan kerja kerasnya seluruh jajarannya Polres Sumba Barat dapat segera mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis ini demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625