Lebih lanjut, Markus menuturkan, keterbatasan itu juga merupakan hal yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya.
Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya.
Kendati mempunyai keterbatasan, Markus telah membuktikan bahwa pada tahun sebelumnya sudah membeli sepeda motor hasil dari tanaman cabai.
“Sejak saya mulai tanam horti, saya hanya modalkan air tangki dengan harga yang sangat mahal. Tapi, tidak ada pilihan lain lagi. Saya sangat termotivasi, walau banyak keterbatasan, beberapa tahun lalu saya sudah membeli motor nul kilometer,” katanya lagi.
Sebagai ketua kelompok, Markus menunjukan teladan kepada seluruh anggota supaya tetap bertani dalam memanfaatkan lahan yang ada. Sayangnya, seluruh anggota kelompok mengalami keterbatasan yang sama dalam mengolah lahan.
“Anggota saya ada yang tanam tomat dan sayur-sayuran. Kami saling mengingatkan dalam bekerja. Ya, semoga dengan keterbatasan ini, kami bisa mendapat bantuan seperti multifator atau pun tracktor,” tambahnya.***
|
