Situasi semakin parah ketika motor-motor dengan kapasitas besar diizinkan untuk membeli BBM subsidi, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi kendaraan umum dan rakyat kecil. Ini menimbulkan ketidakadilan yang semakin menambah penderitaan masyarakat. Mereka yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban dari sistem yang tidak berpihak kepada mereka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa korporasi dan pihak-pihak yang berkepentingan bermain dengan sangat kuat di Sumba Barat. Suara rakyat yang berteriak meminta keadilan seolah tidak didengar, hanya menjadi jeritan di tengah alam yang sepi. Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini, sebelum semakin banyak masyarakat yang menjadi korban.
Masyarakat Sumba Barat berharap agar nurani Pemerintah dan Penegak Hukum masih ada untuk memperhatikan mereka yang tertindas. Mereka menunggu keadilan yang seharusnya menjadi hak setiap arga Negara, berharap agar masalah kelangkaan BBM subsidi ini segera mendapatkan penyelesaian yang adil dan menyeluruh.(***)
|

Tinggalkan Balasan