NTTKreatif, WAIKABUBAK – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Sumba Barat telah menjadi masalah yang berkepanjangan, yang semakin meresahkan masyarakat setempat. Pasokan BBM yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat justru dikuasai oleh para pengecer, yang menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Pertamina, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam distribusi bbm, dinilai tidak memberikan pelayanan yang adil dan memadai, seakan-akan mengesampingkan hak-hak masyarakat kecil.

Masyarakat Sumba Barat telah lama mengeluhkan situasi ini. Setiap hari, jatah BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi mereka justru habis diborong oleh pengecer. Kondisi ini telah berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tanpa ada tindakan yang berarti dari pemerintah atau aparat penegak hukum. Ketidakpedulian ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga keadilan dan kesejahteraan rakyatnya.

">

Penegakan hukum terhadap pelanggaran distribusi bbm subsidi terkesan lemah dan tidak efektif. Peraturan yang dibuat untuk mengatur lalu lintas BBM subsidi seakan hanya menjadi formalitas tanpa penerapan yang nyata. Akibatnya, masyarakat Sumba Barat yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama justru merasa terpinggirkan dan tidak diperhatikan oleh negara.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625