Bene juga mengaku sangat tersakiti dengan adanya pendapat liar yang mempahlawankan pelaku.
“kami pihak keluarga sangat menyayangkan opini, pendapat yang mengagung-agungkan, mempahlawankan pelaku, sama sekali kami tersakiti dengan opini, pendapat-pendapat seperti itu karena itu tidak dapat dibenarkan secara moral apalagi secara huku,” ungkapnya.
Sementara yang terjadi sebutnya, sekolah tempat pelaku berasal, sebelumnya tidak memenuhi syarat.
“Malahan yang ada, sekolah itu dalam beberapa bulan sebelumnya tidak memenuhi syarat, pendapat ini saya sampaikan berdasarkan pengakuan korban dan juga mantap atasan korban di dinas PPO, Kabid SD,”ungkapnya.
Pihaknya sebagai perwakilan keluarga juga menyebut kondisi korban saat ini.
Korban telah menjalani proses operasi besar dan sedang menjalani proses pemulihan ungkapnya.
Meskipun korban sudah bisa berbicara, namun masih membutuhkan istirahat ungkapnya.
“Kondisi korban saat ini masih dalam tahap perawatan sudah selesai operasi besar tadi malam dari jam 05:00 sampai dengan jam 09:00 dan sekarang korban masih dalam tahap pemulihan, memang suda bisa berbicara namun masih membutuhkan istrahat,”ungkapnya.***
|
