NTTKreatif.com, Tambolaka – Seolah tak pernah kapok, oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD, YTD kembali membuat ulah dengan aksi meminta uang pelicin kepada para kepala sekolah di sejumlah sekolah di wilayah tersebut dengan janji akan memperoleh bantuan revitalisasi sekolah di tahun 2026 mendatang.
Aksi YTD ini pun ternyata bukan pertama. Pasalnya di bulan Juni 2025 lalu namanya juga disebut oleh sejumlah kepala sekolah melakukan hal yang sama.
Bahkan di beberapa pihak tersebut dirinya meminta sejumlah uang yang jumlahnya terbilang cukup besar di angka 7 hingga 10 persen dari total anggaran proyek yang ada padahal saat itu dana bantuan itu belum cair.
“Kami mengerti bahwa dana bantuan pusat ini adalah upaya dari Dinas yang memperjuangkan keluhan kami, tapi dananya belum cair, kami dimintai terus,” ujar salah satu kepala sekolah kepada wartawan pada medio Juni lalu.
Menariknya dalam permintaannya itu, sang oknum masih sempat meminta agar pembayaran fee dilakukan secara terpisah. Selain meminta sejumlah uang, kata sang kepsek, sang oknum juga sampai mengintervensi siapa kontraktor yang dipercaya mengerjakan proyek tersebut.
Tidak hanya itu, dalam prosesnya, oknum YTD juga sampai meminta para guru menyiapkan kain sumba yang disebutnya digunakan untuk melayani tamu dari kementerian.
“Selain kain kami juga selipkan uang kepadanya,” ungkap sumber lainnya.
Terbaru kabar terkait YTD melakukan hal sama disampaikan oleh salah satu Kasek yang jadi korban dari tabiat buruk oknum YTD tersebut.
|
