NTTkreatif, TAMBOLAKA – Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang memadukan budaya dan keindahan alam.
Salah satu tempat yang menarik perhatian wisatawan adalah Pulau Sumba, yang terkenal dengan lanskap sabana luas dan warisan budayanya yang masih terjaga.
Pulau Sumba bahkan pernah masuk dalam nominasi pulau terbaik dunia versi salah satu majalah Jerman. Keunikan budaya dan keindahan alamnya menjadikan Sumba sebagai destinasi wisata yang semakin populer.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Sumba adalah Kampung Adat Ratenggaro. Desa ini tidak hanya menawarkan keindahan rumah adat khas Sumba, tetapi juga menyimpan sejarah dan nilai budaya yang menarik untuk dipelajari.
Terletak di ujung selatan Pulau Sumba, Kampung Adat Ratenggaro dikelilingi oleh pemandangan alam yang menakjubkan. Lokasinya yang dekat dengan pantai membuatnya semakin istimewa bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik.
Rumah-rumah tradisional di desa ini memiliki bentuk unik yang mencerminkan kepercayaan dan kehidupan masyarakatnya. Rumah panggung dengan atap menjulang tinggi menjadi ciri khas utama dari rumah adat Ratenggaro.
Setiap rumah adat di desa ini memiliki fungsi yang lebih dari sekadar tempat tinggal. Rumah-rumah ini juga menjadi tempat pemujaan terhadap leluhur, sesuai dengan kepercayaan Marrapu yang masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Masyarakat setempat percaya bahwa semakin tinggi atap rumah, semakin tinggi pula status sosial penghuninya. Ini menjadi salah satu simbol budaya yang menarik untuk dipelajari oleh wisatawan yang datang.
Selain rumah adat, Kampung Ratenggaro juga memiliki situs kuburan batu yang bersejarah. Nama “Ratenggaro” sendiri berasal dari kata “Rate”, yang berarti kuburan, dan “Nggaro”, yang merujuk pada suku pertama yang mendiami desa ini.
Sejarah mencatat bahwa desa ini dulunya merupakan lokasi pertempuran antar suku. Kuburan batu yang ditemukan di desa ini merupakan tempat peristirahatan bagi korban perang yang kalah dalam pertempuran tersebut.
Terdapat sekitar 304 kuburan batu di desa ini, masing-masing memiliki bentuk khas dengan ukiran yang menceritakan sejarah dan budaya masyarakat setempat. Wisatawan bisa melihat langsung keunikan dari situs bersejarah ini.
Untuk mencapai Kampung Adat Ratenggaro, wisatawan perlu menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya. Lokasinya cukup mudah diakses dengan kendaraan pribadi atau sewaan.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung ini dikenakan tiket masuk sebesar Rp20 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp50 ribu untuk wisatawan mancanegara. Ada juga biaya tambahan untuk parkir, menyewa pakaian adat, atau berpose dengan kuda.
Salah satu daya tarik utama dari desa ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Ratenggaro. Pantai ini memiliki pasir putih lembut dan garis pantai panjang yang cocok untuk berjalan santai atau berfoto.
Wisatawan juga bisa menyewa kuda untuk menelusuri pantai dan menikmati suasana yang lebih eksotis. Keindahan pantai ini semakin menambah daya tarik Desa Adat Ratenggaro sebagai destinasi wisata budaya dan alam.
Selain menikmati keindahan rumah adat dan pantai, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Mereka dapat belajar tentang kehidupan sehari-hari warga desa dan melihat proses pembuatan kain tenun khas Sumba.
Kampung ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya dan alam bisa berpadu dengan harmonis. Keunikan dan keasliannya menjadikan Kampung Adat Ratenggaro sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Sumba.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan ingin lebih mengenal budaya Indonesia, Kampung Adat Ratenggaro adalah pilihan yang sempurna. Keindahannya tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang sejarah dan tradisi lokal.
Dengan segala daya tariknya, tidak heran jika Kampung Adat Ratenggaro menjadi salah satu ikon wisata budaya di Sumba. Keindahannya akan terus memikat wisatawan dan menjaga warisan leluhur yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.***

