NTTKreatif.com, Maumere – Istri Wakil Bupati Sikka, Carolina Yani didampingi sang suami yang Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi menggelar bukber puasa bersama puluhan anak-anak Panti Asuhan Ummul Mukminin Hafsah Waioti, Senin lalu.
Menariknya di gelaran bukber ini, Istri Wakil Bupati Sikka itu menggandeng istri insan pers sekaligus memberikan paket sembako kepada 25 warga kurang mampu.
Pantauan nttkreatif.com, gelaran tersebut membuat anak-anak panti yang hadir tampak antusias dan senang bukan kepalang apalagi istri Wakil Bupati Sikka juga terlihat berbaur bersama anak-anak panti.
Kepada wartawan, dirinya secara terbuka mengungkapkan kalau dirinya memang berasal dari keluarga dengan latar belakang Muslim dimana sang Ibu merupakan seorang muslim yang kemudian memilih untuk memeluk agama Katolik.
“Keluarga kami terbiasa dengan keberagaman. Setiap kali lebaran dan Natal kami berkumpul bersama-sama. Karena saudara ibu saya Muslim,” kata Carolina.
Kata dia, persaudaraan dan toleransi penting untuk dirajut dan dijaga bersama.
“Toleransi di kabupaten Sikka sangat tinggi. Kami berkomitmen untuk terus memelihara itu. Ini kegiatan sudah berlangsung dua tahun terakhir dengan panti asuhan ini semoga tetap berjalan setiap tahunnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Panti Asuhan Ummul Mukminin Hafsah Waioti, Muhammad Ikshan Wahab memberikan apresiasi kepada Ibu Carolina dan istri-istri wartawan yang telah berbuka bersama anak pantinya.
“Kami bersyukur sekali. Dapat kabar tadi siang bahwa Ibu Wakil Bupati mau berbuka bersama dengan kami. Bahwa ada kebersamaan di tengah perbedaan,” kata Ikhsan.
Dengan itu, kata dia, kehadiran Ibu Wakil Bupati dan istri-istri wartawan turut membantu anak-anak panti untuk belajar terkait keberagaman, kebersamaan, dan toleransi.
Ikhsan yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia cabang Sikka itu juga menekankan bahwa kebersamaan walaupun berbeda keyakinan sangat penting dibangun di Kabupaten Sikka.
“Mari kita pupuk kebersamaan, semangat kerja sama, dan toleransi. Kita saling membantu dan tolong menolong dalam perbedaan. Kabupaten Sikka yang beragam (kepercayaan) ini mesti dibangun dalam semangat kebersamaan dan toleransi,” pungkasnya.***
|
