NTTKreatif.com, Tambolaka – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT memang baru berumur jagung namun kemajuannya tidak boleh dianggap sepele.
Pasalnya, di usia 18 tahun ini, Sumba Barat Daya sudah terlihat berubah baik dari sisi pembangunannya maupun SDMnya masyarakatnya.
Imbasnya, Sumba Barat Daya menjadi salah satu Kabupaten yang dilirik para investor untuk berinvestasi.
Selain investor, para wisatawan pun silih berganti mengunjungi wilayah tersebut. Terlebih lagi, SBD saat ini menjadi salah satu destinasi unggulan NTT.
Menyambut hal tersebut, satu per satu maskapai penerbangan pun kemudian berani meyinggahi pesawat miliknya di Bandara Lede Kalumbang, padahal sebelumnya, terhitung hanya Nam Air, Sriwijaya Air dan Wings Air yang rutin melakukan penerbangan di Bandara tersebut.
Namun kini, ada kabar baik menghampiri warga Sumba Barat Daya maupun para wisatawan. Kabar tersebut tidak lain tentang pembukaan rute baru Batik Air ke Tambolaka.
Kabar tersebut disampaikan Corporate Communications Strategic of Batic Air, Danang Mandala Prihantoro dalam press rilis yang diterima nttkreatif.com, Minggu, 28 Desember 2025 malam.
Dalam rilis tersebut disebut kalau Batik Air akan menghadirkan rute baru yang melayani Bali – Tambolaka. Batik Air mengoperasikan rute Bali–Tambolaka menggunakan pesawat jet generasi modern Airbus A320, dengan 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi yang akan memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
Sementara untuk jadwal penerbangannya sendiri, Batik Air akan melayani penerbangan sekali setiap harinya dengan jam penerbangan dari Bali-Tambolaka 09.40 WITA. Sementara dari Tambolaka-Bali, jadwal keberangkatannya direncanakan pukul 11.35 WITA.
Menurut, Danang Mandala Prihantoro rute ini bukan sekadar penerbangan baru, melainkan jalur penghubung kehidupan menghubungkan
masyarakat, membuka peluang usaha, memperluas arus wisata, serta mendorong pemerataan pembangunan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
“Bagi masyarakat Sumba, rute ini membuka akses mobilitas yang lebih luas. Bagi pelaku usaha dan UMKM, jalur ini mempercepat distribusi, pertemuan bisnis, dan kerja sama lintas daerah. Sementara bagi wisatawan, perjalanan menuju hamparan savana, budaya Marapu, pantai-pantai eksotis, dan desa adat Sumba kini terasa jauh lebih sederhana,” ungkapnya.
|
