NTTkreatif,TAMBOLAKA – Masyarakat Indonesia masih harus bersabar menunggu kehadiran Hyundai Creta EV di pasar otomotif Tanah Air. Mobil listrik berbasis SUV ini belum resmi diluncurkan di Indonesia, meskipun sudah lebih dulu diperkenalkan di India.
Menurut Hyundai Motor Indonesia (HMID), pihaknya masih mempelajari kemungkinan menghadirkan Hyundai Creta EV di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan permintaan pasar sebelum kendaraan listrik ini benar-benar tersedia bagi konsumen.
Presiden Direktur PT HMID, Jun Hun Lee, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk membawa Hyundai Creta EV ke Indonesia. Namun, keputusan akhir akan bergantung pada seberapa besar minat konsumen terhadap kendaraan listrik ini.
“Jika kami melihat permintaan yang cukup kuat, maka kami akan mempersiapkan Creta EV agar bisa segera hadir di pasar Indonesia,” ujar Jun Hun Lee kepada awak media dalam sebuah kesempatan.
Salah satu faktor yang membuat Hyundai Creta EV belum masuk ke Indonesia adalah kehadiran model lain, yakni Hyundai Kona EV. Model ini sudah lebih dulu tersedia dan memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan Creta EV.
Dari segi desain, Hyundai Creta EV tampil dengan pembaruan eksterior yang menarik. Bagian depan menampilkan gril terpisah dengan pola piksel, memberikan kesan modern dan futuristik. Sementara itu, bumper bawahnya dilengkapi dengan penutup aerodinamis aktif untuk meningkatkan efisiensi energi.
Bagian belakang Hyundai Creta EV juga tak kalah menarik dengan desain bumper beraksen piksel, memberikan identitas khas kendaraan listrik Hyundai. Selain itu, mobil ini menggunakan roda 17 inci yang telah dioptimalkan untuk aerodinamika yang lebih baik.
Interior Hyundai Creta EV juga mengalami sejumlah pembaruan. Salah satunya adalah penggunaan setir baru serta sistem pemilih gigi yang mengadopsi teknologi dari model unggulan Hyundai, yaitu Ioniq 5.
Dari sisi performa, Hyundai Creta EV diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,9 detik. Kecepatan ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan Creta N Line yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin.
Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, Hyundai menawarkan dua pilihan baterai pada Creta EV. Opsi pertama adalah baterai 42 kWh yang mampu menempuh jarak 389 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, opsi kedua adalah baterai 51,4 kWh dengan jarak tempuh lebih jauh, yakni 473 kilometer berdasarkan standar ARAI India.
Salah satu keunggulan lain dari Hyundai Creta EV adalah kemampuan pengisian daya yang cepat. Dengan pengisi daya DC, baterai mobil ini dapat diisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu 58 menit. Sementara untuk pengisian di rumah menggunakan pengisi daya AC standar 11 kW, baterai berkapasitas kecil dapat terisi penuh dalam waktu sekitar empat jam.
Meski belum tersedia di Indonesia, kehadiran Hyundai Creta EV bisa menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan desain SUV yang modern. Konsumen pun berharap mobil ini segera meluncur dan bisa bersaing di pasar otomotif Tanah Air.
Dengan semakin berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik serta meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil ramah lingkungan, Hyundai Creta EV berpotensi menjadi pilihan populer di Indonesia. Kini, tinggal menunggu kepastian dari Hyundai Motor Indonesia kapan mobil ini akan resmi masuk ke pasar nasional.***
|
