NTTKreatif.com, Labuan Bajo – Kapal Wisata, Putri Sakinah, Jumat pekan lalu mengalami nasib sial usai dikabarkan tenggelam.
Kapal yang memuat Pelatih Tim B Wanita Valencia, Fernando Martin bersama keluarga itu tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari sejumlah informasi, sebelum tenggelam kapal jenis pinisi tersebut sempat mengalami kerusakan pada mesin yang membuat mesinnya berhenti berfungsi.
Sayang di waktu yang bersamaan kapal tersebut dihantam ombak besar setinggi 1,5 meter dan berunjung karam.
Dari 7 orang yang ada dalam kapal tersebut, 3 diantaranya masih dalam pencarian termasuk, Fernando Martin sendiri yang hingga kini belum ditemukan.
Imbas dari kejadian tersebut, keluarga korban pun sangat terpukul sampai meminta publik agar merahasiakan identitas korban.
“Kami memohon doa anda untuk mereka semua dan jika memungkinkan kami meminta agar identitas mereka dirahasikan. Di saat duka yang tidak terlukiskan ini kami meminta anda untuk menghormati privasi keluarga kami,” ujar salah keluarga Alvaro Ortunoripolli.
Harap Dukungan dalam Proses Pencarian
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra sebagaimana dilansir dari tribratanewsmanggaraibarat.com menegaskan komitmennya untuk menghormati sepenuhnya permintaan keluarga korban tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat.
“Kami memahami sepenuhnya duka mendalam yang dirasakan keluarga korban. Oleh karena itu, Polda NTT menghormati permintaan keluarga agar identitas korban tidak dipublikasikan secara berlebihan. Kami berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, dapat menunjukkan empati serta menghormati perasaan keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.
Dirinya menegaskan kalau sejak awal kejadian, Polri bersama Tim SAR gabungan berfokus pada misi kemanusiaan, yakni pencarian korban dan pendampingan keluarga, bukan pada sensasi pemberitaan.
“Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Di tengah operasi SAR yang masih berlangsung, kami mengajak semua pihak untuk menjaga etika, tidak menyebarkan spekulasi, serta tidak menampilkan konten yang dapat menambah luka bagi keluarga korban,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Polda NTT dan keluarga korban terus dilakukan secara intensif, termasuk melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol, guna memastikan setiap perkembangan pencarian disampaikan secara jelas, akurat, dan manusiawi.
“Kami berharap doa dan dukungan masyarakat terus mengalir, agar proses pencarian korban yang masih hilang dapat berjalan lancar. Polri bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban ditemukan,” tambahnya. ***
|
