NTTKreatif, TAMBOLAKA – Pasangan bakal calon Wakil Bupati Richardus Holo Kondo, mendatangi kanto KPU Sumba Barat Daya (SBD), pada Kamis 29 Agustus 2024 sore tadi.
Dirinya didampingi oleh pengurus partai politik Non parlemen partai Garuda dan partai Gelora.
Tujuannya dirinya mendatangi kantor KPU SBD bersama pengurus partai politik Non parlemen sore tadi, berkonsultasi dengan KPU soal regulasi.
Regulasi yang dimaksudkannnya ialah pencabutan dukungan pada salah satu partai politik yang mendukung bakal calon Bupati Dominggus Dama bersama dirinya.
“Saya datang konsultasi soal kemungkinan pencabutan dukungan dari partai tertentu,” kata Rikhardus.
Meskipun demikian, setelah mencermati regulasi yang ada, sebutnya tidak ada lagi ruang bagi pasangan D’Dama Riko untuk ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi 27 November mendatang.
Menurutnya hasil konsultasi dengan KPU SBD, tidak berdampak terhadap bakal calon yang terlebih dahulu menggunakan dalam pendaftaran, kendati ada kemungkinan pencabutan dukungan dari partai tertentu ungkapnya.
Pasalnya, dukungan yang akan dicabut tetap menjadi hak dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang terlebih dahulu mendaftar dan menggunakannya partai politik itu sebutnya.
“Mencermati regulasi yang ada, jelas disitu tidak memungkinkan. Mereka bilang (DPP partai politik-red) kita cabut dukungan, tetapi dukungan yang dicabut tetap juga menjadi haknya paket yang sudah mendaftar,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan kemanfatan konteks 10 persen bukam lagi milik bakal calon Bupati Dominggus Dama bersama dirinya.
“Jadi secara administratif kita tidak ada pemanfaatan apa-apa dan kemanfaatan konteks 10 persen itu juga bukan milik kita,” tambahnya.
Ia menyebut, tidak ada ruang lagi untuk dirinya dan bakal calon Bupati Dominggus Dama.
Sementara hasil konsultasinya dengan KPU SBD akan disampaikan kepada Dominggus Dama yang saat ini masih berada di Jakarta ungkapnya.
“Tidak ada ruang lagi. Jadi saya pulang dulu untuk informasikan di kakak. Kasihan dia sedang berjuang di sana. Takutnya orang manfaatkan situasi. Padahal regulasinya tidak bisa lagi,” ungkapnya.***
|

Tinggalkan Balasan