Tapi hal tersebut tidak membuat para guru patah arang. Mereka kemudian berupaya membentuk lagi organisasi guru yang diprakarsai oleh Amin Singgih dan rekan-rekannya.

Hasilnya pada 24-25 November 1945, Kongres Guru Indonesia diselenggarakan di Sekolah Guru Puteri, Surakarta.

">

Kongres ini dihadiri oleh tenaga pendidik dari berbagai daerah, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.

Kongres tersebut melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang menjadi wadah perjuangan guru di Indonesia. PGRI memiliki tiga tujuan utama:

1. Mempertahankan Republik Indonesia.

2. Meningkatkan mutu pendidikan.

3. Membela hak dan kesejahteraan guru.

PGRI juga menjadi simbol persatuan, menyatukan para guru yang sebelumnya terpecah akibat perbedaan status dan pangkat, sehingga memperkuat peran guru dalam pembangunan bangsa.

Hari Guru resmi ditetapkan pada 25 November 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir PGRI, yang memiliki sejarah panjang sebagai organisasi perjuangan guru.

Demikian sedikit gambaran hadirnya Hari Guru Nasional yang kemudian kita rayakan hingga kini. ***

 

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625