NTTKreatif, FLOTIM – Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berkolaborasi dengan Komunitas BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) dan POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas Sandominggo, Sabtu 6 Juli 2024 kemarin menggelar kegiatan transplantasi Terumbu Karang.
Kegiatan tersebut digelar di laut Sandominggo, Kelurahan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT dan dihadiri langsung oleh Pj Bupati Flotim, Sulastri HI Rasyid bersama sejumlah tamu undangan.
Lokasi transplantasi Terumbu Karang di Sandominggo sendiri merupakan lokasi laut yang telah ditutup dari aktifitas masyarakat, baik nelayan pencari ikan maupun aktifitas berkarang.
Lokasi seluas 15.000m² ini telah ditutup selama 1 tahun sebagai Kawasan Perlindungan Terumbu Karang.
Hasilnya, sudah banyak ikan yang terlihat di lokasi tersebut.
[irp posts=”2041″ ]
Dalam sambutannya, Pj Bupati Flotim, Sulastri HI Rasyid meminta semua pihak untuk terus menjaga ekosistem laut.
Hal ini ungkapnya penting sebagai warisan buat anak cucu di masa depan.
Sehingga keindahan laut Kabupaten Flores Timur tidak hanya dapat dinikmati dalam bentuk foto atau video saja tetapi juga bisa dinikmati secara langsung secara berkelanjutan.
Selain itu, keberadaan Terumbu Karang juga sebut mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT bisa memberikan dukungan buat para nelayan untuk meningkatkan ekonominya.
“Terumbu Karang itu rumah ikan, dengan terumbu karang yang tumbuh subur, ikan akan banyak, dengan begitu perekonomian masyarakat nelayan bisa terbantu,” ungkapnya.
Sebagai informasi, untuk mendukung kegiatan baik yang telah dijalankan masyarakat selama ini, selain 130 spiderweb sebagia media tanam, Direktorat PPKPL juga memberikan bantuan 5 paket alat snorkeling yang diserahkan oleh Pj Bupati Flores Timur kepada Lurah Larantuka, bapak Petrus Ignasius Wungubelen.
[irp posts=”2026″ ]
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman simbolik oleh Pj Bupati beserta para pimpinan OPD yang hadir.
Penanaman fragmen karang pada substrat dilakukan dengan menggunakan metode spider web.
Dimana dalam satu substrat terdapat 12 fragmen karang. Pada kegiatan ini, secara keseluruhan substrat yang ditanam di dasar laut sebanyak 130 substrat yang berasal dari Direktorat PPKPL – KLHK, dengan total bibit sebanyak 1.560. ***
|

Tinggalkan Balasan