Sementara erupsi kedua terjadi pada pukul 17:40 WITA. Namun kali ini, tinggi kolom abu sudah mengalami penurunan dengan kolam abu teramati kurang lebih 1.000 m di atas puncak atau kurang lebih 2.584 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

">

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi kurang lebih 4 menit 50 detik.

Akibat erupsi tersebut, KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Sektoral Barat Daya – Utara- Timur laut sejauh 6 km.

Selain itu, masyarakat di sekitar gunung Lewotobi Laki-Laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” ungkap keterangan yang diterima nttkreatif.com. 

Saat ini Gunung Lewotobi yang berada di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura ini berada di level III atau SIAGA. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625