“Kami berharap pemerintahan ADD-IBU bisa menghadirkan terobosan baru guna mendongkrak perekonomian daerah. Persoalan penyaluran bantuan kapal dan alat tangkap yang diduga tidak tepat sasaran, serta evaluasi tata kelola perikanan seperti Surat Keterangan Asal Ikan (SKAI) dan kontribusi hasil tangkap terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), perlu menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Jhesan juga menyinggung dampak efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, yang berpotensi mempengaruhi aktivitas tata kelola pemerintahan daerah. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tantangan besar bagi Pemda saat ini adalah mewujudkan lompatan jauh bagi Flores Timur sesuai visi dan misi yang telah dicanangkan ADD-IBU.
“Kami dari GMNI Flores Timur siap mengawal dan memberikan masukan demi kesejahteraan masyarakat. Semoga pemerintahan yang baru dapat membawa perubahan nyata bagi Flores Timur,” pungkasnya.***
|
