NTTKreatif, Larantuka – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Flores Timur menyampaikan selamat atas pelantikan Ir. Antonius Doni Dihen (ADD) dan Ignasius Boli Uran, S.Fil (IBU) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode 2025-2030. GMNI juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintahan yang baru guna memastikan keberpihakan terhadap masyarakat.
Ketua GMNI Flores Timur, Yulius Ninu Badin, dalam keterangannya kepada media pada Kamis (20/02/2025), menyampaikan proficiat atas pelantikan yang berlangsung di Jakarta. Ia menegaskan bahwa GMNI, sebagai mitra kritis pemerintah, siap memberikan kritik konstruktif jika ada kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Lebih lanjut, Jhesan Badin, sapaan akrab Yulius, mengungkapkan bahwa masyarakat Flores Timur menaruh harapan besar pada kepemimpinan ADD-IBU. Ia berharap pemerintahan baru mampu membawa perubahan positif bagi daerah, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sektoral.
“Banyak isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari Pemda, mulai dari optimalisasi sistem birokrasi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penanganan stunting yang masih membelenggu generasi muda Flores Timur. Selain itu, disparitas pembangunan infrastruktur antara kota dan desa juga menjadi sorotan publik dalam beberapa minggu terakhir. Musim penghujan saat ini semakin memperburuk akses transportasi masyarakat di wilayah pedesaan,” ujar Jhesan.
Jhesan juga menyoroti persoalan erupsi Gunung Lewotobi yang berdampak besar bagi warga terdampak. Ia menekankan perlunya perhatian khusus dari pemerintah terkait proses relokasi masyarakat serta tata kelola bantuan donasi yang hingga kini masih menuai polemik. Ia juga menyinggung kasus dugaan perdagangan beras donasi yang hingga saat ini belum ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian.
Selain itu, sebagai kabupaten kepulauan dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, pekebun, dan nelayan, GMNI menekankan pentingnya perhatian Pemda terhadap sektor pertanian dan kelautan. Jhesan menyoroti masalah harga komoditas, akses terhadap pupuk, serta optimalisasi potensi kelautan Flores Timur.
|
