NTTKreatif.com, Sikka Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, akan menggelar Festival Pesona Lewomada 2025 pada 9–11 Juli mendatang. Festival ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-25 desa tersebut dan menjadi perhelatan budaya perdana yang diinisiasi pemerintah desa bersama masyarakat.

Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng, yang juga menjadi Ketua Panitia, menyampaikan bahwa persiapan sudah mendekati rampung. Ia optimistis seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mampu menarik partisipasi luas dari warga dan tamu undangan.

">

“Persiapan sudah cukup bagus. Saya bersama teman-teman panitia siap menyukseskan festival ini,” kata Dominikus, Selasa (8/7/2025) malam.

Festival akan dibuka dengan Misa Syukur pada Rabu (9/7) pagi sebagai ungkapan syukur atas usia seperempat abad desa. Usai misa, seluruh warga akan mengikuti makan bersama, membawa hidangan hasil olahan sendiri berbasis pangan lokal, seperti ubi, pisang, ikan, dan kuliner tradisional lainnya.

“Ini bagian dari budaya kebersamaan yang kami rawat,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pameran ekonomi kreatif yang menampilkan produk kerajinan tangan dan kuliner dari pelaku UMKM lokal maupun dari luar daerah. Festival ini menjadi ruang promosi bagi potensi usaha kecil serta kuliner khas pesisir utara Flores yang belum banyak dikenal publik.

Pada malam hari, panggung festival dihidupkan oleh pentas budaya dari berbagai sanggar seni, baik dari Desa Lewomada maupun sanggar tamu dari Kabupaten Sikka dan Flores Timur. Kehadiran mereka menambah warna pertunjukan, sekaligus menjalin jejaring kebudayaan lintas wilayah.

Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dua identitas budaya utama di Lewomada, yakni Lamaholot dan Muhan Tana Ai. “Sanggar yang tampil berasal dari dua akar budaya itu. Ini kesempatan bagi generasi muda dan tamu luar untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi kita,” ujar Dominikus.

Menurut Dominikus, selain sebagai ajang promosi budaya, festival ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antarsanggar dan antarwarga dari berbagai daerah. Ia berharap kegiatan ini memperkuat posisi Lewomada sebagai desa yang aktif membangun melalui pendekatan budaya.

Desa Lewomada berada di kawasan pesisir utara Flores, yang belakangan dikenal dengan sebutan Pantura Timur Jauh. Dominikus mengajak masyarakat dari berbagai daerah, khususnya dari Kabupaten Sikka dan Flores Timur, untuk hadir dan menyaksikan langsung keunikan festival ini.

“Saya mengundang semua warga, khususnya di wilayah Pantura Timur Jauh, untuk datang meramaikan Festival Pesona Lewomada 2025. Mari kita rayakan bersama budaya, persaudaraan, dan sejarah desa kita,” pungkasnya.*(Ell)

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625