NTTKreatif, TAMBOLAKA – Kasus Dugaan penggelapan uang beasiswa siswa/i SMAN 1 Wewewa Selatan, Desa Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) NTT, kini fakta lain akhirnya terungkap.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Oknum MDN, Guru SMAN 1 Wewewa Selatan telah menilap uang beasiswa siswa/i 100 ribu per anak.
Namun ternyata tidak hanya itu.
Fakta baru ini terungkap, usai salah satu siswa SMAN 1 Wewewa Selatan yang tidak ingin disebutkan namanya, mengakui dirinya yang bukan penerima beasiswa namun turut membubuhi tanda tangan untuk melakukan proses pencairan beasiswa baru-baru ini.
Menurutnya, Ia diminta oleh Oknum MDN, untuk membantu meloloskan proses pencairan beasiswa yang bukan miliknya.
Siswa SMAN 1 Wewewa Selatan ini menyebut tidak hanya dirinya yang melakukan itu, namun beberapa teman sekolahnya juga dimnta oleh Oknum MDN.
Siswa itu menyebut, awalnya Ia dan teman-temannya tidak mengetahui tujuan Oknum MDN meminta mereka menemui dirinya di Wee Tebula.
“Jujur, saya dengan teman-teman awalnya tidak tahu kenapa ibu suru kami ke Wee Tebula. Waktu itu sementara ada pertandingan antar kelas. Sebenarnya ibu minta 6 orang, 4 perempuan 2 laki-laki. Tetapi karena kekurangan motor jadi kami 4 orang saja yang jalan. Kami tidak tahu betul, karena ibu bilang nanti dikasi uang bensin jadi kami tergiur sudah. Masih ada catnya ibu, Pertama ibu janji 50 ribu, habis tanda tangan dan terimah uang, pas pulang ibu kasi kasi 100 ribu. Saya kenal orang yang saya wakilkan tanda tangan untuk ambil itu uang dibank, dia suda tamat. Tapi karena ibu bilang itu anak masih ada tunggakan jadi saya ikut saja. Kami 4 orang siswa itu lakukan hal yang sama, itu anak-anak yang sudah lulus yang punya nama dapat beasiswa,” terangnya kepada NTTKreatif.com saat ditemui pada Sabtu 21 Desember 2024 kemarin.
Namun, berbeda dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Wewewa Selatan Petrus Gono Ate, menurutnya, siswa/i yang terdaftar namanya sebagai penerima beasiswa adalah siswa yang masih di bangku sekolah.
Menurut petrus, kendati terdapat nama siswa/i yang sudah tamat namun namanya terdaftar sebagai penerima beasiswa, pasti akan diinformasikan ke pihak keluarga karena itu hak mereka.
“Jadi siswa/i yang berhasil aktivasi rekening ini siswa masih aktif semua, yang sudah berhasil melakukan proses pencairan itu baru 40 siswa, itu siswa aktif semua. Jadi kalau pun terdapat nama siswa yang sudah tamat tetapi namanya terdaftar sebagai penerima beasiswa, pasti akan diinformasikan ke pihak keluarga karena haknya mereka,” ungkapnya kepada NTTKreatif.com Via Telepon WhatsApp pada Sabtu, 21 Desember 2024 sore kemarin.***
|
