“Melalui keterampilan menganyam yang diwariskan turun-temurun, kami tidak hanya menciptakan produk bernilai, tetapi juga memberikan peluang kepada perempuan untuk mandiri dan berperan aktif dalam merencanakan masa depan,” ujar Hanna.
Sejak berdiri, Du Anyam telah mengekspor 13 kontainer produk anyaman ke pasar domestik dan internasional, menjangkau 52 negara. Du Anyam menargetkan penjualan lebih dari 450.000 produk hingga 2028.
Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, menambahkan bahwa sejak 2017, Du Anyam telah memanfaatkan hibah dari DBS Foundation untuk memberikan dampak sosial melalui pemberdayaan perempuan di NTT.
“Dengan dukungan DBS Foundation, Du Anyam berhasil meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan perempuan melalui praktik usaha berkelanjutan,” kata Mona.
Pj. Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid, juga memuji peran penting Du Anyam dalam pemberdayaan perempuan di Flores Timur. Ia berharap keberlanjutan program Du Anyam dapat mengangkat harkat dan martabat perempuan Flores Timur, baik di Indonesia maupun di dunia.
“Untuk mendukung upaya ini, kami akan membuat kebijakan penanaman kembali pohon lontar agar keberadaannya tetap terjaga,” ujar Sulastri. ***
Penulis : Humas Kementerian Koperasi dan UKM
|

Tinggalkan Balasan