Proyek strategis tersebut dirancang sebagai sarana pendidikan unggulan yang bertujuan memutus rantai kemiskinan antar-generasi di Kabupaten Sumba Barat Daya melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi anak-anak daerah.

Di sektor infrastruktur pemukiman, Pemkab SBD berhasil merealisasikan pembangunan 750 unit rumah swadaya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini diperkuat dengan alokasi Program LAUT senilai Rp1,38 miliar di 5 desa pesisir serta pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih.

">

Dukungan konkrit juga mengalir dari PGI, Kementerian Pertahanan, Kemendikdasmen, hingga Kemenkomdigi. Bantuan tersebut mencakup 50 unit lampu sorot rumah dan 20 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk menerangi kawasan permukiman terpencil.

Guna menunjang kualitas pendidikan di wilayah pelosok, kemitraan tersebut turut menyalurkan 60 pasang seragam sekolah, ribuan buku bacaan, serta paket perangkat edukasi digital yang langsung menyasar sekolah-sekolah terisolir.

Pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal, Pemkab SBD menyalurkan puluhan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, termasuk traktor, mesin penggiling padi, dan pompa air kepada kelompok tani.

Untuk memastikan keandalan produksi pangan, pemerintah daerah menyalurkan 82,5 ton benih jagung unggul dan 150 ton benih kedelai serta padi, yang didukung penuh oleh pembangun infrastruktur 54 unit jaringan irigasi baru.

Upaya masif di sektor pertanian ini membuahkan hasil signifikan. Produktivitas lahan padi di Sumba Barat Daya mencatatkan lonjakan tajam, meningkat dari 3,09 ton per hektar menjadi 3,62 ton per hektar pada musim tanam tahun ini.

Sektor pariwisata pun tidak luput dari perhatian. Pemkab SBD gencar mempromosikan destinasi Sumba Dike Rafting, yang menorehkan sejarah sebagai satu-satunya objek wisata arung jeram yang beroperasi di Pulau Sumba maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di luar pembangunan fisik, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tetap ditempatkan sebagai pilar utama prioritas Pemkab SBD. Pembenahan sektor pendidikan dilakukan secara masif dan terstruktur dari hilir ke hulu.

Hasil nyata pembenahan pendidikan terlihat dari penurunan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berhasil ditekan sebesar 19,8%. Data mencatat angka ATS turun signifikan dari 14.576 anak pada tahun 2025 menjadi 11.766 anak per Juli 2026.

Komitmen pendidikan tersebut diperkuat dengan penyaluran Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada lebih dari 40.000 siswa dengan nilai mendekati Rp20 miliar, disamping pengucuran dana Rp67 miliar untuk rehabilitasi sarana-prasarana di 81 sekolah.

Selain program nasional, Program Beasiswa Daerah dialokasikan secara berkelanjutan untuk jenjang S1 hingga S3. Ini mencakup beasiswa bagi 35 mahasiswa kedokteran, 745 siswa beasiswa prestasi, kerja sama Atma Jaya, serta kelanjutan studi bagi 56 ASN dan Non-ASN.

Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa seluruh keberhasilan dan rentetan prestasi ini bukanlah titik akhir, melainkan fondasi kokoh untuk merealisasikan 7 Misi Pembangunan Daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD SBD 2025–2029.

Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan dan konsistensi karya. Kerjasama yang solid antara pemerintah dan warga menjadi tolak ukur utama dalam mewujudkan Sumba Barat Daya yang maju, sejahtera, dan berdaya saing secara berkelanjutan.***