Kondisi tersebut pun menuai protes dari sejumlah pemilik klub yang memiliki hak suara hingga sempat terjadi deadlock.

Namun deadlock tersebut tidak berlangsung lama karena setelahnya proses pemilihan tetap dilangsungkan dengan suara mayoritas menginginkan Yose De Ornay jadi ketua pengganti Maksi Kaka.

">

Usai pemilihan, Yose De Ornay pun tidak bisa menutup rasa bahagianya.

Namun dirinya menegaskan kebahagiannya itu disertai dengan tanggung jawab yang besar yang harus ia jalankan untuk memajukan sepakbola di SBD.

“Kalau ditanya perasaan saya ketika terpilih, saya merasakan amanah ini adalah sebuah tanggung jawab besar. Ada komitmen dalam diri saya untuk bekerja keras dengan optimal memajukan sepakbola di SBD,” katanya.

Dirinya mengatakan sebagai ketua terpilih, dirinya menyadari kalau mengurus sepak bola sama dengan bermain bola artinya kerja sama team (pengurus) yang solid dan fokus menjadi faktor pentingnya.

Selain itu, kerja sama lintas sektor termasuk dengan Pemkab SBD, klub-klub dan organ lain yang punya perhatian terhadap sepakbola SBD kata dia adalah unsur penting yang tidak bisa ditawar dan bersifat wajib.

“Target saya menjadikan sepakbola SBD disegani karena prestasi. Untuk mencapai itu, pembinaan atlet, pengelolaan kompetisi secara teratur dengan melibatkan klub-klub dengan manajemen bagus disertai kursus pelatihan dan wasit berlisensi harus dilakukan,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan kerjasama yang baik, sepakbola SBD bisa berprestasi di masa depan.

“Karena MAIN BOLA jangan main sendiri. URUS BOLA tidak bisa sendiri harus bersama. Rangkul semua untuk sepak bola SBD,” katanya lagi. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625