NTTKreatif.com, Larantuka – Setelah lebih dari sepuluh tahun vakum, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur kembali menggelar festival seni pertunjukan teater tingkat pelajar.
Kegiatan yang bertajuk “Remaja Membaca Dirinya” ini berlangsung di Taman Kota Herman Fernandes, Larantuka, selama tiga hari, mulai Rabu (17/9/2025) hingga Jumat (19/9/2025).
Festival ini diikuti 14 sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di daratan Larantuka, Pulau Adonara, dan Pulau Solor. Para pelajar menampilkan beragam kreativitas seni teater yang mengangkat tema kehidupan remaja dan realitas sosial di Flores Timur.
Kepala Disparbud Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, mengatakan, festival ini diadakan setelah pihaknya melihat berbagai persoalan yang dihadapi remaja di daerah itu. Menurut dia, para pelajar memiliki bakat besar, tetapi sering kali tidak mendapat ruang untuk berekspresi.
“Dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, ruang-ruang aktualisasi harus diciptakan. Karena itu, kami menghidupkan kembali festival ini setelah terakhir diadakan pada 2013–2014,” ujar Silvester, Rabu (17/9/2025).
Silvester menambahkan, tema “Remaja Membaca Dirinya” diangkat untuk mendorong para pelajar merefleksikan pengalaman dan tantangan mereka melalui karya seni. Dengan begitu, teater bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media ekspresi dan pembelajaran.
Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi antarsekolah sekaligus sarana membangun kreativitas generasi muda Flores Timur.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan sehingga dapat mendorong tumbuhnya seni pertunjukan di kalangan pelajar,” katanya.
Pihak Disparbud menyiapkan apresiasi bagi enam penampilan terbaik. Namun, menurut Silvester, semua peserta adalah “talenta terbaik” karena berani tampil dan mengekspresikan diri di panggung.
Sementara Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, membuka sambutannya dengan dengan sebuah pantun yang diiringi tepuk tangan dari para Peserta dan penonton
“Manis-manis Oa Larantuka, hangat malam memoles manja. Jauh-jauh lintas lautan, nyong dan neng tamu dari Bandung selamat datang.” sebut dia.
Dalam sambutannya, Bupati Doni menekankan pentingnya ruang berekspresi bagi generasi muda. Ia menilai, tanpa ruang seperti ini, anak-anak berisiko terjebak dalam kegiatan negatif.
“Anak-anak zaman sekarang membutuhkan wadah untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang seimbang dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Festival ini menjadi bagian dari program Disparbud Flores Timur tahun anggaran 2025 dan diharapkan menjadi agenda tahunan untuk melahirkan generasi emas Indonesia melaluiseni dan budaya.*(Ell).
|
