NTTKreatif, SOLO – Publik tanah air dikejutkan dengan keputusan PDI Perjuangan yang akhirnya resmi memecat mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader PDI Perjuangan.

Pemecatan tersebut dilakukan Senin lalu melalui video yang dirilis DPP PDI Perjuangan.

">

Menariknya, pemecatan ini dilakukan setelah gonjang-ganjing posisi dan status Jokowi di partai berlambang banteng tersebut.

Selain Jokowi, PDI Perjuangan juga memecat, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka hingga Bobby Nasution sebagai anggota dengan surat keputusan yang berbeda-beda.

“DPP PDI Perjuangan akan mengumumkan surat pemecatan terhadap Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Muhammad Bobby Afif Nasution serta 27 anggota lain yang kena pemecatan,” ujar Komarudin dalam video yang dirilis DPP PDI Perjuangan, Senin 16 Desember 2024 lalu.

Berdasarkan Petikan Rekomendasi No.10/K.E.D-PDIP/X/2024, dalam pertimbangannya untuk memecat Jokowi, PDIP menyatakan bahwa sikap, tindakan, dan perbuatan Jokowi selaku kader PDIP yang ditugaskan oleh partai sebagai presiden masa bakti 2014-2019 dan 2019-2024 telah melanggar AD/ART partai tahun 2019.

Selain itu, Jokowi juga dinyatakan melanggar kode etik dan disiplin partai lantaran mendukung kandidat usungan partai lain.

Selain itu, Presiden ke-7 RI itu dinyatakan telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK).

Bukan marah, Jokowi saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini malah tertawa dan menerima keputusan tersebut dan enggan untuk membela diri.

“Gak apa-apa. Saya menghormati itu. Dan saya tidak dalam posisi untuk membela atau memberikan penilaian karena keputusan itu sudah dibuat. Nanti waktu yang akan mengujinya,” ungkapnya.

Ditanya soal kemungkinan dirinya bergabung ke partai lain, Jokowi enggan menjawab lugas.

Dirinya malah menyebut kalau dirinya akan masuk di partai perorangan sembari tertawa. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625