NTTKreatif.com, Larantuka – Gunung Lewotobi kembali alami erupsi dini hari tadi. Erupsi tersebut bahkan terjadi tiga kali dalam rentang waktu tidak lama. Hal ini berdasar pada laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki, Rabu 9 Juli 2025 pagi tadi.

">

Dalam laporan tersebut pihak KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki menerangkan kalau erupsi yang terjadi pada gunung yang terletak diantara Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura itu terjadi pertama kali pada pukul 02:31 WITA. Namun tinggi kolom abu di erupsi tersebut tidak teramati.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 55 detik.

Sementara erupsi kedua terjadi pada pukul 02:46 WITA namun tinggi kolom abu kembali tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 26.6 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 14 detik.

Dan erupsi ketiga pada pukul 02:52 WITA dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 1 menit 23 detik.

Hal ini pun membuat KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki mengeluarkan sejumlah rekomendasi diantaranya Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan Sektoral Barat Daya – Timur laut 7 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki .

Selain itu, Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk terus mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

“Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” tulis mereka dalam laporan tersebut.

Tidak hanya masyarakat, Pemerintah Daerah pun diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625