“Untuk 2023 sudah dikerjakan sedang untuk 2024 sedang dikerjakan dengan panjang 1.700 meter,” kata Marthen.
Namun jawaban Kades Marthen langsung ditimpali Theofilus dengan menyebut kalau dari pengamatannya jalan itu baru dikerjakan.
“Saya lihat itu ada bekas roda eksa di jalan. Kenapa baru dikerjakan sekarang padahal cair dana di bulan Desember,” tanyanya lagi.
Kades Marten pun berkilah kalau pengerjaan itu baru dikerjakan karena saat mau dikerjakan wilayah tersebut diguyur hujan.
Tidak hanya soal program desa, di kesempatan itu, DPRD, PMD, Inspektorat pun dibuat terkejut dengan pengakuan sejumlah aparat termasuk sekretaris desa yang mengaku selama kepemimpinan Kades Marthen segala kegiatan desa mereka tidak pernah dilibatkan.
“Kami tidak pernah dilibatkan. Malah kami kaget ada kegiatan ini dan itu,” ujar Sekretaris Desa, Philipus Pati Hona.
Dari penelusuran nttkreatif.com, dugaan korupsi yang dilakukan kades Marthen Mete sudah berlangsung lama dan terkesan masif.
Pasalnya, pembangunan di desa tersebut jauh dari harapan. Hal tersebut terlihat dari kantor desa yang tidak terurus baik. Bahkan di dalam kantor desa tidak terlihat satu pun kursi.
Sedang atapnya sudah bocor sedang Kades Marthen memiliki mobil vios berwarna merah yang kontras dengan kondisi desanya. ***
|
