NTTKreatif.com, Tambolaka – Massa aksi yang tergabung dalam organ Cipayung Plus bersama BEM UNIKA Weetabula mendatangi gedung DPRD SBD.

">

Kedatangan mereka adalah untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka kepada para wakil rakyat.

Sayangnya, usai tiba, tidak ada satu pun pimpinan DPRD maupun Anggota yang terlihat menyambut para massa aksi tersebut.

Alhasil massa aksi pun naik pitam hingga ingin memaksa masuk dalam ruangan sidang yang sudah tertutup rapat.

“Kalau dewan tidak mau bertemu maka kita masuk saja dalam ruangan,” teriak salah satu korlap yang kemudian disetujui oleh massa aksi lainnya.

Alhasil, mereka pun berhasil masuk ke ruangan sidang yang terletak di lantai dua tanpa bisa dihalau oleh aparat kepolisian dan Pol PP.

Usai tiba, massa aksi kembali dibuat kecewa. Mereka gagal menemukan para anggota DPRD SBD di ruangan tersebut.

Imbasnya, mereka pun kemudian menduduki kursi meja pimpinan dan beberapa kali memperagakan cara memimpin sidang dengan palu ketua di sisi kirinya.

Aksi ini pun menjadi pusat perhatian semua yang hadir. Bahkan beberapa diantaranya mengabadikan momen langkah tersebut.

Usai berpuas diri, massa aksi pun kemudian diarahkan oleh korlap untuk kembali ke depan gedung dimana saat itu semua anggota DPRD SBD sudah menanti mereka untuk beraudience.

Sejumlah hal pun kemudian disampaikan massa aksi dalam orasi mereka. Mulai dari keluhan mereka soal kelangkaan pasir hingga tunjangan DPRD. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625