NTTKreatif, Tambolaka – Kelompok Tani Damma Nuka di Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur menjadi pusat perhatian hari ini, Senin, 24 Maret 2025.
Bagaimana tidak? Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, datang dan memimpin langsung panen raya padi di tempat tersebut.
Pantauan media ini, acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I DPRD SBD Thomas Tanggu Dendo, Wakil Ketua II DPRD SBD Yus Bora, Kepala Dinas Pertanian Frin Y. Tuka, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD.
Kedatangan Bupati Ratu Wulla dan rombongan disambut dengan tarian adat, simbol penerimaan terhadap tamu terhormat.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Damma Nuka, Kornelis Jelu Damma, menyampaikan bahwa panen ini adalah bagian dari upaya petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran Ibu Bupati membuat kami semua anggota kelompok merasa senang. Ini momen yang baik untuk melihat secara langsung kondisi kami para petani di sini,” ujarnya.
Luas lahan panen kali ini mencapai 18 hektare dari total 302 hektare lahan di desa tersebut, dengan hasil produksi mencapai 7,3 ton.
Namun, Kornelis mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan alat pertanian, minimnya bibit unggul, hingga sistem penanaman yang tidak serentak.
“Ini kesulitan yang kami alami saat ini. Alat yang digunakan juga masih sangat konvensional selain kekurangan bibit unggul dan tanam yang tidak serentak juga berpengaruh dengan kualitas hasil panen,” ungkapnya.
Kelompok tani juga meminta perhatian pemerintah untuk menstabilkan harga komoditas pertanian yang sering berfluktuasi, berdampak pada perekonomian petani.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Ratu Wulla mengapresiasi kerja keras para petani dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ini kunjungan pertama saya setelah terpilih. Saya bahagia dan bangga di dalam kondisi terbatas tapi petani sangat semangat,” tuturnya.
Politisi NasDem itu menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan persoalan yang dihadapi petani, terutama terkait infrastruktur dan alat pertanian.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tahun 2025 dapat menghambat realisasi program.
“Saya akan berusaha mengusulkan bantuan alsintan ke Menteri Pertanian saat kunjungan ke Jakarta setelah Paskah. Yang jelas, saya akan tetap membantu. Tapi petani juga harus semangat dan kita harus bekerja bersama,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan benar.
“Kalau saya tahu saya akan tarik kembali. Jadi ini harapan saya. Saya mau omong pertanian bapa mama jagonya. Kami hanya upayakan yang bisa kami upayakan,” pungkasnya.***
|
