“Data sudah disiapkan dan besok saya akan ke Jakarta untuk itu. Saya akan berjuang lagi sehingga 700 sekolah di SBD ini mungkin setengah bagian yang kondisinya masih parah bisa dapat sentuhan dari pemerintah pusat. Mohon doa dari Bapa Ibu semua,” katanya.
Selain soal revit, di kesempatan itu, Bupati Ratu juga meluruskan isu soal dugaan korupsi Rp12 M dana intensif guru yang disebutnya sebagai sesuatu yang keliru dan tidak berdasar.
Terlebih lagi, ia sendiri sudah mengingatkan para ASN di dinas pendidikan untuk bekerja serius merubah dunia pendidikan di SBD.
“Saya sudah ingatkan Kadis dan jajaran, saya minta harus tunjukkan kinerjanya. Bukan berpikir sekolah ini itu dan lain sebagainya. Saya dapat berapa, bukan itu. Apalagi sekarang marak sekarang ini revitalisasi sekolah,” katanya.
Dan untuk memastikan hal tersebut, ia pun meminta para kepsek untuk melapor jika ditemukan ada pegawai Dinas Pendidikan atau pihak lainnya yang meminta jatah dari proyek yang ada.
“Kepsek yang ada di sini, kalau ada dari dinas pendidikan yang datang ke bapa ibu meminta uang lapor segera ke saya. Tidak ada satu pun dari dinas atau dari dinas lain yang pukul dada. Kalau ada itu maka lapor kepada saya. Karena di dinas itu kita bukan urus proyek,” ungkapnya keras dan disambut tepuk tangan meriah. ***
|
